Topik
Dapur Umum di Boyolali Mulai Kehabisan Stok Lauk Pauk
TEMPO Interaktif, BOYOLALI - Dapur umum di Boyolali yang dipusatkan di Kantor Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial hari ini kehabisan lauk pauk.
Koordinator dapur umum Awighnamastu kepada Tempo mengatakan sudah tidak ada stok lauk pauk di gudang penyimpanan. “Sarden, ikan asin, mie instan dan telur sudah habis,” katanya, Jumat (5/11).
Adapun beras, masih tersedia stok 120 ton yang saat ini sebagian besar disimpan di gudang Dolog. Air minum masih tersedia 100 dus. Stok minyak goreng juga masih mencukupi.
Dia berharap segera mendapat pasokan untuk lauk pauk pengungsi untuk makan malam dan hari-hari berikutnya. Jika hanya diberi nasi putih, “Rasanya sangat miris jika hanya diberi nasi putih,” ujarnya. Pasokan diharapkan datang dari para donatur dan dana tanggap bencana sebesar Rp 500 juta dari Provinsi Jawa Tengah yang belum dicairkan.
Dalam menyiapkan makan untuk pengungsi, dia dibantu anggota TNI dan relawan dari masyarakat. Dapur umum tersebar di empat titik. Selain di Dinas Tenaga Kerja, juga di Kodim, Sekretariat Daerah, dan Batalyon Infantri 408. Seluruh dapur umum dapat menyiapkan sekitar 14 ribu bungkus makanan.
Pihaknya juga masih kekurangan tikar dan matras untuk alas tidur. Pada awalnya jumlah pengungsi diperkirakan tidak akan sebanyak sekarang. “Kami benar-benar kekurangan. Masih ada pengungsi yang tidur dengan alas seadanya. Matras terutama dibutuhkan oleh mereka yang telah lanjut usia dan balita,” ucapnya.
Salah seorang pengungsi, Mitro, 65 tahun, mengaku terpaksa tidur hanya beralaskan karpet tipis. Itupun dia tidur di koridor kompleks kantor Pemerintah Kabupaten Boyolali. “Kalau malam dingin,” tuturnya.
Sementara untuk makan, warga Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo ini mengatakan, selama ini sudah tercukupi makan tiga kali sehari. Tapi hari ini dia hanya mendapat jatah nasi dengan lauk ikan asin. “Sebelumnya ada sayurnya,” ucapnya.
Awighnamastu meminta kesabaran masyarakat jika pelayanan kepada pengungsi belum maksimal. Sebab bencana kali ini benar-benar berbeda dari letusan tahun 2006. “Tapi kami tetap berupaya memenuhi segala kebutuhan pengungsi,” katanya.
Bupati Boyolali Seno Samodro mengatakan, kebutuhan lauk pauk akan segera tercukupi. Pihaknya sudah mencairkan dana bantuan tanggap bencana dari Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 500 juta. “Kami juga sudah mengajukan Rp 2 miliar lagi. Diharapkan dapat mencukupi kebutuhan lauk pauk hingga dua pekan mendatang,” katanya. UKKY PRIMARTANTYO.





