foto

Gunung Merapi tampak mengeluarkan awan panas diabadikan dari persawahan yang berjarak 15 kilometer dari puncak Gunung Merapi Desa Sawangan, Magelang, Jateng. FOTO ANTARA/Anis Efizudin

Relokasi Warga Merapi Tunggu Daerah Aman

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah masih memetakan rencana relokasi warga sekitar Gunung Merapi, Yogyakarta. Menurut Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak, pihaknya akan mempertimbangkan lokasi yang paling aman untuk warga. "Pada prinsipnya kami akan mencari daerah yang paling aman," katanya ketika dihubungi Tempo, Senin (08/11) malam.

Daerah aman, menurut Hermanto, merupakan wilayah yang sudah dapat ditinggali oleh warga. Saat ini, katanya, pemerintah masih kesulitan mencari wilayah yang dapat dikategorikan aman di sekitar Merapi. Apalagi, gunung teraktif di dunia itu terus-menerus menyemburkan awan panas dan mengeluarkan lahar dingin yang berbahaya bagi penduduk.

Lahar dingin tetap berpotensi mengaliri 16 sungai, terutama Kali Code, di sekitar Merapi. Untuk mencegah itu, kata Hermanto, Kementerian Pekerjaan Umum menyediakan 230 tanggul penghambat atau check dam dan enam kantong lahar yang diharapkan dapat mengurangi sedimentasi akibat aliran lahar Merapi. "Jadi lahar bisa ditahan di sana," ujarnya.

Hermanto menambahkan, hingga kini pihaknya tengah mengumpulkan data dan menyiapkan skenario untuk merelokasi warga. Menurut dia, mungkin saja relokasi warga dialihkan ke sisi barat Merapi. Sebab, aliran lahar dingin cenderung menuju ke arah tenggara. "Jadi perlu diamankan dulu warga yang berada di sekitar situ," tutur dia.

Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum Imam S. Ernawi menjelaskan, warga bisa saja direlokasi ke arah barat. Namun, Kementerian masih menunggu masukan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Badan Geologi Yogyakarta. Saat ini, kata Imam, yang penting membentuk aturan pembagian zona di kawasan rawan bencana.

Menurut Imam, ada tiga zona yang bakal ditentukan oleh Badan Geologi: zona paling rawan untuk ditempati, zona yang peruntukannya terbatas, dan zona aman. "Ada beberapa zona dekat dengan Merapi yang tak bisa dibangun. Untuk daerah tidak aman, tentunya tak boleh dijadikan permukiman. Tapi masih dimungkinkan untuk melakukan kegiatan pertanian dan peternakan," kata dia.

SUTJI DECILYA