Topik
Infografis
Pertamina Akan Hibahkan Lahan untuk Waduk
TEMPO Interaktif, Balikpapan - PT Pertamina akan menghibahkan lahan seluas 250 hektare untuk pembangunan waduk instalasi pengolahan air bagi masyarakat Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Keberadaan waduk tersebut nantinya juga diperlukan sebagai penunjang pembangunan centralized cruide terminal (CCT) Pertamina di Lawe Lawe Penajam. “Pertamina telah melakukan koordinasi serta pengukuran lokasi lahan untuk kebutuhan pengembangan IPA juga digunakan untuk rencana pembangunan CCT atau terminal minyak mentah terbesar kedua se Asia Tenggara setelah negara Bahrain,” kata Sekretaris Kabupaten Penajam Paser Utara Sutiman, Sabtu (13/11).
Pertamina, kata Sutiman, sedang melakukan pematokan batas lahan pembangunan terminal minyak mentah Lawe Lawe. “Kita menyesuaikan berapa luas yang nantinya diberikan, namun kita berharap pembebasan lahan untuk pembangunan IPA itu nanti seluas 250 hektar,”ujarnya.
Sutiman mengatakan keberadaan waduk sangat vital dibutuhkan warga Penajam dalam penyediaan air bersih. Sesuai rencana, instalasi pengolahan air waduk tersebut mampu memproduksi air bersih 120 liter per detik.
Sutiman mengatakan Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Prasarana Wilayah Penajam telah menenderkan proyek IPA ini, dan dikerjakan secara multiyears pada tahun 2011. Proyek ini diperkirakan menelan biaya sebesar Rp112 miliar.
Humas PT Pertamina Unit Pengolahan V Kalimantan Fety mengatakan, pembangunan kilang minyak Lawe Lawe tersebut diharapkan mampu menampung sebanyak 16 juta barrel minyak mentah impor Pertamina. Pertamina UP V Kalimantan, katanya, setiap hari mengolah sebanyak 260 ribu barrel minyak mentah sebagai bahan bakar minyak (BBM).
“Pertamina mengimpor minyak mentah dari China, Malaysia serta sejumlah negara lain. Setengah produksi Pertamina Kalimantan berasal dari minyak mentah impor dan sisanya adalah hasil eksploitasi dalam negeri,” ujarnya.
Di Terminal Lawe Lawe, lanjut Fety, sudah terdapat tujuh kilang penampungan minyak mentah, dimana masing masing berkapasitas daya tampung 800 ribu barrel. Dengan adanya rencana pembangunan kilang baru ini, menurut dia, Pertamina akan mengandalkan 27 penampungan minyak mentah Lawe Lawe untuk pasokan unit pengolahan seluruh Indonesia.
SG WIBISONO





