Teknik Baru Mendeteksi Bakteri dalam Air

TEMPO Interaktif, Springfield - Untuk menjaga para prajuritnya di medan perang tetap sehat, Angkatan Bersenjata Amerika Serikat mengeksplorasi cara baru mendeteksi bakteri berbahaya dalam air. Teknik analisis air di lapangan yang ada saat ini membutuhkan waktu 24 jam.

Bart Lipkens dari Western New England College di Springfield, Massachusetts, dan rekannya di Physical Sciences di Andover berusaha mengembangkan teknologi alternatif untuk mempercepat proses itu. "Tujuan proyek kami adalah mempercepat pendeteksian bakteri dalam suplai air," kata Lipkens. "Kami mengembangkan pemicu sederhana, sebuah alarm bahwa ada sesuatu di dalam air yang membutuhkan investigasi lebih lanjut."

Alat tersebut dapat mengumpulkan spora bakteri dari air mengalir dalam waktu singkat dengan menggunakan radiasi akustik. Alat itu memancarkan gelombang ultrasound ke dalam cairan, menimbulkan tekanan pada bakteri yang mendorongnya ke dalam kantong penampung. Lipkens pernah menggunakan teknik ini untuk memisahkan bola polystyrene dari air.

Perangkat tersebut dapat menarik 15 persen sel bakteri dari air. Ketika alirannya berhenti, bakteri dapat dipindahkan ke wadah lain untuk diidentifikasi. Bila dibandingkan dengan metode lama, prosedur ini secepat kilat.

<I>Bacillus cereus</I>, spesies bakteri yang digunakan dalam eksperimen ini, berukuran hanya satu mikron dan tidak berbahaya. Namun karakteristiknya amat mirip berbagai tipe bakteri yang berbahaya bila ditemukan dalam air minum. "Kami yakin alat ini juga menunjukkan hasil yang sama dengan bakteri berbahaya," kata Lipkens.

SCIENCEDAILY | TJANDRA