Pengungsi Merapi di Klaten. AP Photo/Achmad Ibrahim
Topik
Pengungsi Klaten akan Dapat Uang Lauk Pauk
TEMPO Interaktif, Klaten - Para pengungsi yang ada di Kabupaten Klaten akan menerima uang lauk pauk Rp 3 ribu per orang setiap hari. Uang tersebut akan mulai dibagikan setelah Satkorlak Penanggulangan Bencana Kabupaten Klaten memiliki data pengungsi secara valid.
Menurut Koordinator Posko Pengungsian dari Badan Kesatuan Kebangsaan dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Klaten, Joko Rukminto, saat ini tengah mendata jumlah pengungsi secara terperinci. Selama ini, data yang mereka miliki baru sebatas jumlah pengungsi. “Nantinya, data akan dibuat lebih lengkap, termasuk nama dan alamat lengkap para pengungsi,” kata Joko, Senin(15/11).
Pendataan tersebut diperlukan untuk mempermudah teknis pembagian uang lauk pauk kepada para pengungsi. Tanggung jawab pembagian jatah uang lauk pauk tersebut akan dibebankan kepada camat yang terdapat posko pengungsian di wilayahnya.
Dia menjelaskan, uang lauk pauk tersebut diberikan agar para pengungsi lebih bebas dalam memilih menu yang diinginkan. “Selain itu, terus terang, dapur umum kita cukup kewalahan lantaran banyaknya pengungsi,” kata Joko. Dengan pembagian uang lauk pauk tersebut, lanjutnya, dapur umum tinggal menyediakan nasi serta sayur.
Hanya saja, Joko belum dapat memastikan kapan uang lauk pauk itu akan mulai dibagikan. “Saat ini pendataan tengah dilakukan,” kata dia. Hingga saat ini, jumlah pengungsi yang masih bertahan masih berjumlah 84.088 jiwa. Sebelumnya, jumlah pengungsi di Klaten sempat mencapai 113.335 jiwa.
Anggaran yang akan digunakan untuk memberikan jalat lauk pauk tersebut akan diambilkan dari dana yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, yang besarnya Rp 2 miliar. Dia mengakui, dana tersebut hanya dapat mencukupi kebutuhan hingga beberapa hari saja. “Mudah-mudahan bencana ini cepat berlalu,” harapnya.
Ahmad Rafiq





