Topik
Jari Penerima Daging Kurban Dicelup Tinta
TEMPO Interaktif, Madiun - Panitia pembagian daging hewan kurban di Masjid Al Mujahidin, Kota Madiun, Jawa Timur, mewajibkan warga penerima daging kurban mencelupkan jarinya ke dalam tinta. “Sebelum dibagikan daging kurban, masyarakat diberi kupon dan wajib mencelupkan jarinya sebagai tanda sudah menerima kupon dan berhak mendapatkan daging kurban,” kata Mayor (Lek) Rohmat, Ketua Takmir Masjid Al Mujahidin, Jalan AURI No.1, Kelurahan Klegen, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Jawa Timur, Rabu (17/11).
Di masjid yang dikelola Pangkalan Udara (Lanud) Iswahjudi Madiun ini, sebanyak delapan ekor sapi dan 18 ekor kambing disembelih untuk dibagi-bagikan ke fakir miskin dan masyarakat yang berhak menerima (mustahik).
Selain dibagikan ke warga sekitar secara spontanitas, panitia sudah mengatur tempat-tempat yang akan diberi daging kurban. “Ada sekitar 30 tempat seperti panti asuhan, yayasan yatim piatu, dan sebagainya,” ujar Rohmat. Pihaknya sudah membagikan 1.100 kupon bagi warga yang meminta daging kurban di tempat.
Hal yang sama juga dilakukan panitia penyembelihan hewan kurban di Masjid At Taqwa yang berjarak sekitar setengah kilometer dari Masjid Al Mujahidin. Pembagian daging kurban di Masjid At Taqwa sempat ricuh karena banyaknya masyarakat yang tak sabar menunggu.
Puluhan anak-anak dan orang lanjut usia (lansia) tergencet karena berdesakan. Sejak pagi, ribuan masyarakat sudah antri dan daging kurban baru dibagikan sekitar pukul 12.30 WIB usai salat Duhur. “Saya sudah antri sejak jam 07.30 tadi,” ucap Sumirah, warga Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo.
Tahun ini Masjid At Taqwa menyembelih 11 ekor sapi dan 10 kambing. “Kupon yang dibagikan mencapai 1.273. Setiap warga yang akan menerima daging wajib menunjukkan kupon dan mencelupkan jarinya ke tinta yang sudah disiapkan panitia,”ujar Ketua Takmir Masjid At Taqwa Suyoto. Tak sampai satu jam, 1.273 bungkus daging kurban ludes. Panitia bersama belasan aparat kepolisian dan TNI kewalahan mengatur massa yang berebut daging kurban.
Beberapa masyarakat yang nakal sempat berusaha menghapus bekas tinta pada jarinya. “Biar bisa dapat daging kurban di tempat lain mas,” tutur salah satu warga penerima daging kurban.
ISHOMUDDIN





