foto

Kapal pengangkut minyak mentah milik Pertamina MT Gunung Geulis, di Pelabuhan Khusus Dumai, Riau (24/4). ANTARA/Rosa Panggabean

Kenaikan Harga Minyak Bersifat Temporer  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Kepala Ekonom Danareksa Institute Purbaya Yudhi menilai kenaikan harga minyak mentah dunia hanya bersifat sementara sehingga tak terlalu mempengaruhi tekanan inflasi tahun depan. "Inflasi tahun depan akan berada pada tingkat 6 persen," ujarnya, hari ini.

Harga minyak mentah yang menembus level US$ 85 per barel tersebut dinilai temporer. Dia yakin harga minyak akan kembali turun pada tahun depan.

"Sejarah mencatat setelah naik signifikan, harga minyak mentah akan kembali turun sehingga tak akan memberi tekanan inflasi," ucap Purbaya.

Kenaikan harga minyak mentah yang terjadi sekarang, kata dia, lebih disebabkan spekulasi berlebihan terhadap minyak mentah di pasar komoditas dunia.

Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat memproyeksikan laju inflasi tahun depan berkisar satu persen plus minus 5,3 persen dengan asumsi harga minyak mentah sebesar US$ 80 per barel.

ANTON WILLIAM