indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Harga Beras di Jateng Naik

Harga Beras di Jateng Naik

Pedagang beras. TEMPO/Dinul Mubarok

TEMPO Interaktif, Kudus - Harga beras di daerah Kudus, Grobogan, Jepara dan Pati, Jawa Tengah naik berkisar Rp 1.000-1.500 per kg. Kenaikan itu berlangsung sejak dua pekan lalu, menyusul panen padi yang gagal akibat serangan hama di sejumlah daerah. “Kenaikan harga beras terjadi pada semua jenis,” kata Ny Suripah, pedagang grosir Pasar Wergu Kudus ditemui Tempo, Jumat (19/11).


Disamping pengaruh hama, naiknya harga beras juga dipicu iklim yang tak menentu, dan hujan deras yang masih mengguyur di beberapa wilayah pantura Jateng. “Tanaman padi banyak yang mati terendam, sehingga petani menunda turun ke sawah,” kata Anisah, rekan Suripah, pedagang Pasar Wergu.

Saat ini harga beras kualitas sedang yang semula Rp Rp 5.400 naik menjadi Rp 6.500 per kg. Beras mambremo dari Rp 6.000 naik menjadi Rp 7.000 per kg. Beras mentik dari Rp 6.000 naik menjadi Rp 7.500 per kg. “Kenaikan beras dimungkinkan masih akan berlangsung, jika tidak segera dilakukan operasi pasar,” kata Mashuri, seorang pedagang asal Grobogan.

Menurut Sekretaris Kontak Tani Nelayan Andalan Kudus, Hadi Sucahyo, akibat serangan hama wereng, tikus, dan banjir di Kudus, tahun ini hasil panen padi diprediksi turun hingga 30 persen, dari luas tanaman 20 ribu hektare.

Bandelan Amarudin

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X