Gaya Calon Putri Inggris

Gaya Calon Putri Inggris

Kate Middleton, 15 Desember, 2006. (AP Photo/Ben Gurr, PA, File)

TEMPO Interaktif, Berita pertunangan Pangeran William dengan kekasihnya, Kate Middleton, menyita perhatian dunia. Tak hanya pembicaraan prediksi masa depan dan situasi ekonomi di Inggris setelah berita pertunangan ini, gaya serta penampilan calon sang putri juga mulai diamati. Menurut laman harian The Guardian, masyarakat Inggris memang menanti-nanti seperti apa gaya serta penampilan sang putri. Harian tersebut memaparkan, penampilan Kate bisa menjadi trend setter atau ikon fashion dunia, seperti halnya cara berpenampilan dan berbusana mendiang Putri Diana, Ibu Suri, dan Ratu Elizabeth.


Kate disebut-sebut memiliki gaya berbusana yang elegan. Gaya elegan miliknya boleh jadi karena peran seorang perancang kelahiran Brasil bernama Daniella Issa Helayel. Di tangan perancang yang pernah mendandani selebritas dunia, seperti Madonna, Scarlett Johansson, Putri Eugenia dan Putri Beatrice, Kelly Osbourne, Lizzie Jagger, Naomi Campbell, serta Peaches dan Pixie Geldof, itu, gaya Kate untuk menuju istana patut diberi acungan jempol.

Selama bertahun-tahun, Kate menjalin hubungan baik dengan pemilik label Issa London itu. Setidaknya hal ini menjadi modal yang bagus untuk Kate dalam hal berbusana sebagai calon penghuni Istana Buckingham, Inggris. "Saya menyukai karakternya. Dia sangat elegan dan chic. Boleh dibilang, dia menjadi duta secara tidak resmi untuk label milik saya," ujar Issa, seperti dikutip situs London Fashion Week 2010, beberapa waktu yang lalu.

Saat mendampingi William untuk mengumumkan pertunangan mereka, Selasa lalu, Kate pun mengenakan gaun milik Issa. Seperti sudah diatur, warna gaunnya biru, serasi dengan warna cincin pertunangan yang disematkan William, berupa cincin batu safir yang dikelilingi berlian. Cincin ini adalah cincin pertunangan Lady Diana dan Pangeran Charles. Pada kesempatan itu, Kate juga memakai bebatan berupa obi di bagian perut, sehingga menonjolkan pinggang rampingnya.

Perancang Issa mengakui Kate sebagai klien favoritnya. Bahkan ia berterus terang sering memberikan dan membuat gaun secara custom made kepada Kate untuk dikenakan pada acara-acara formal. Misalnya gaun biru yang dikenakan saat menghadiri pernikahan sahabatnya, Harry Meade. Menurut sebuah sumber seperti dikutip situs LFW, aneka gaun rancangan Issa dibuat istimewa dan sangat pas untuk Kate. Bahkan si perancang memberi banyak tip berbusana, seperti padu-padan blazer dengan rok atau gaun yang dikenakan calon sang putri.

Dari dalam negeri, pengamat mode dan gaya hidup, Muara Bagja, memberi acungan jempol setelah menyaksikan gaya dan penampilan Kate. "Memang masih harus teruji lebih jauh lagi apakah gayanya akan mampu menandingi mendiang ibu mertuanya, Putri Diana," ujar Muara. Namun ia melihat gaya cantik dan elegan ditunjang dengan postur tubuh Kate yang jangkung, rambut ikal panjang terurai, serta terlihat cerdas bisa menjadi modal dia sebagai ikon mode dunia.

Muara menyebutkan bahwa saat ini gaya Michelle Obama--istri Presiden Amerika Serikat--dan Carla Bruni--istri Presiden Prancis--menjadi pusat perhatian dan salah satu ikon fashion dunia. Setidaknya, kata Muara, kehadiran Kate, yang belum genap 30 tahun, memberi angin segar. "Saya perhatikan gayanya chic dan elegan akan menginspirasi perempuan masa kini. Dia bukan tipe perempuan bergaya klasik, kasual, glamor, atau avant grade. Namun sekali lagi, waktu dan jam terbang dia tampil di muka umum akan menjadi parameter kesuksesannya sebagai ikon mode," ucap Muara, panjang-lebar.

Sementara itu, perancang Chosy Latu mengamati gaya Kate yang selalu asik dan indah lewat topi, aneka gaun bergaya elegan, jas panjang, rok bermotif, serta sepatu bot yang selalu dikenakan dalam berbagai kesempatan. "Mungkin, karena Kate mewakili sosok perempuan muda yang modern, semua yang dikenakan adalah atribut mode era sekarang," kata perancang yang suka mengamati gaya busana putra-putri kerajaan dari berbagai negara itu.

HADRIANI P | The Guardian | LFW | People | CNN | The Daily Mail



Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X