Tariq Aziz. Foto: nydailynews.com
Topik
Jum''at, 19 November 2010 | 06:08 WIB
Presiden Irak Tolak Gantung Tariq Aziz
TEMPO Interaktif, Bagdad -Presiden Irak Jalal Talabani menyatakan tak akan meneken hukuman gantung atas Tariq Aziz. Dia bergabung dengan Vatikan dan negara lain yang keberatan atas hukuman mati bagi pria yang selama bertahun-tahun menjadi bagian wajah rezim Saddam Hussein itu.
Pernyataan penolakan itu membentuk suatu benturan antara mereka yang ingin menerapkan hukuman maksimum untuk figur kunci rezim yang terjungkal dan kelompok yang ingin melakukan rekonsiliasi setelah tahun-tahun konflik kekerasan sektarian seusai invasi pasukan internasional, yang dipimpin Amerika Serikat, pada 2003.
"Saya merasa kasihan kepada Tariq Aziz karena dia adalah seorang Kristen, seorang Irak Kristen," ujar Talabani, seorang Kurdi, kepada 24 TV dari Prancis kemarin. "Sebagai tambahan, dia seorang pria tua, berusia di atas 70 tahun--dan karena itulah saya tak bakal pernah menandatangani perintah tersebut."
Namun penolakan Talabani tak selalu berarti bahwa Aziz, 74 tahun, lolos dari jerat hukum. Dia dijatuhi hukuman mati pada Oktober lalu atas peranan yang dituduhkan kepadanya dalam sebuah kampanye penganiayaan, pembunuhan, dan penyiksaan para anggota oposisi Syiah serta partai-partai agama yang kini mendominasi Irak.
Konstitusi Irak mengatakan hukuman mati harus diratifikasi presiden sebelum bisa diterapkan. Tapi terdapat mekanisme untuk memotong keputusan presiden--semacam satu aksi parlemen atau persetujuan dari salah satu wakil Talabani.
Juru bicara Menteri Kehakiman, Abdul-Sattar Bayrkdar, mengatakan hukuman mati dapat dilakukan tanpa mengabaikan penolakan presiden untuk meneken suatu perintah eksekusi. "Jika presiden menolak menandatangani eksekusi, itu bukanlah sebuah veto atas suatu keputusan," ujarnya.
Meskipun Talabani mengatakan hukuman mati melanggar prinsip-prinsip sosialisnya, banyak pelaku kejahatan dan para anggota penguasa sebelumnya--termasuk Saddam sendiri--telah dieksekusi selama masa kepresidenannya. Talabani hanya sekali mengeblok eksekusi, yakni terhadap Menteri Pertahanan Saddam, Sultan Hashim al-Taie, figur populer di antara minoritas Sunni. Al-Taie, yang dihukum mati tiga tahun lalu, kini masih hidup. l Press Associated
Washington Post | Dwi Arjanto





