Topik
Praja IPDN Alami Pendarahan di Otak
TEMPO Interaktif, Bandung - Praja muda IPDN Rio Reynaldi, 18 tahun, mengalami pendarahan di bagian otaknya. Namun sejauh ini belum diketahui penyebabnya pastinya.
Menurut Parwoto, teman ibunda Rio, pendarahan otak itu diketahui dari hasil pemindaian otak pasien setelah diperiksa di Instalasi Gawat Darurat RS Immanuel, Ahad (21/11). Pemeriksaan itu dilakukan karena RS AMC Cileunyi yang pertama kali menangani Rio, menduga pasien tersebut mengalami tumor otak. "Ada pendarahan di otak, saya lihat di gambarnya itu kecil," ujarnya di ruang tunggu ICU Immanuel, Senin (22/11).
Menurut keterangan dokter pemeriksa, ujar Parwoto, pendarahan itu bisa diakibatkan oleh hipertensi atau mengejan terlalu keras. "Menurut dokter yang memfoto itu, tidak ada apa-apa di kepalanya seperti bekas jatuh atau pukulan. Bersih tidak ada luka," katanya.
Walau begitu, dokter belum bisa menyimpulkan penyebab pendarahan otak itu. Rencananya, kepala Rio akan segera diperiksa lebih rinci lagi hingga ke syaraf halusnya di rumah sakit lain yang peralatannya lebih lengkap.
Hingga Senin (22/11) petang, praja tingkat pertama asal Tanjung Pinang, Kepulauan Riau itu belum siuman. Adapun ibunda Rio seusai menjenguk mengatakan, anaknya tidak memiliki riwayat penyakit apa pun.
Sebelumnya diberitakan, praja muda IPDN Rio Reynaldi dilarikan ke rumah sakit AMC Cileunyi oleh beberapa praja, Ahad siang (21/11). Sebelumnya ia mengalami kejang-kejang mendadak setelah makan siang. Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi mengatakan Rio sakit campak hingga panas tinggi dan kejang-kejang.
Pemuda tinggi besar berkulit bersih itu dirawat di ruang ICU RS Immanuel sejak Ahad petang. IPDN membantah Rio sakit akibat penganiayaan atau latihan fisik berat.
Sakitnya praja muda tersebut mengundang kecurigaan pihak kepolisian. Belasan polisi dari satuan reserse dan kriminal Polres Sumedang berdatangan sejak Senin siang di RS Immanuel. Sebagian anggota mencari informasi ke rumah sakit lain yang pernah disinggahi praja tingkat pertama tersebut.
ANWAR SISWADI





