foto

TEMPO/NURDIANSAH

Pertugas Kesehatan Paling Diskriminatif Terhadap Penderita AIDS  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Diskriminasi dan stigma terhadap Orang dengan HIV/ AIDS (ODHA) paling banyak dilakukan oleh petugas kesehatan. Mereka umumnya tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang HIV/ AIDS sehingga bersikap salah terhadap pengidap HIV/ AIDS.

Sekretaris Komis Penanggulangan AIDS Nasional Nafsiah Mboi mengatakan masyarakat memberikan stigma kepada ODHA sebagai orang yang memiliki perilaku menyimpang, lalu memberikan perilaku diskriminatif.

“HIV/ AIDS bisa menginfeksi siapa saja, ibu rumah tangga atau bayi,” kata Nafsiah dalam disksusi tentang Stigma dan Diskriminasi ODHA di Jakarta, Selasa (23/11) siang. Menurutnya sikap diskriminasi dan stigma itu merupakan sesuatu yang kuno.

Stigma muncul karena umumnya mereka tidak paham tentang HIV/ AIDS. Penyakit yang belum ada obatnya itu, tidak perlu ditakuti karena hanya menular lewat darah, sedangkan berjabat tangan, memeluk, atau menggunakan peralatan makan bersama, tidak akan menular.

Putri, salah seorang ODHA punya pengalaman bagaimana petugas kesehatan memberi perlakuan diskriminatif padanya. Mereka, umumnya adalah perawat dan biasanya mereka tidak mau memberikan pelayanan. “Mereka begitu, karena takut dan tidak tahu,” katanya.

Ia dapat memahami jika orang-orang di sekitarnya maupun petugas kesehatan berperilaku diskriminatif. Menurutnya, hal itu terjadi karena mereka sebenarnya ingin melindungi diri sendiri. Hanya saja, mereka tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang HIV/ AIDS sehingga merespon dengan cara yang salah.

Aqida Swamurti