TEMPO/Muhammad Auliya
Topik
FBI Grebek Tiga Perusahaan Pengelola Dana
TEMPO Interaktif, San Francisco—Biro investigasi federal (FBI) melakukan penggrebekan terhadap tiga perusahaan pengelola dana Senin kemarin. Ini merupakan bagian dari penyelidikan yang luas terhadap adanya dugaan insider trading industri jasa keuangan.
Mereka mencari warrant (pemberian jaminan hak untuk membeli saham dalam periode tertentu) yang dilaksanakan Diamondback Capital Management LLC, Level Global Investor LP dan Loch Capital Management LLC, menurut sebuah sumber.
Pemerintah melakukan penyelidikan yang serius terhadap adanya dugaan insider trading (transaksi illegal yang melibatkan orang dalam) pada perusahaan pengelola dana, reksadana dan bank ivnestasi. The Wall Street Journal melaporkan pekan ini bahwa otoritas federal sedang menyiapkan tuduhan insider trading yang bisa menjerat konsultan, bankir investasi, pengelola dana dan pedangan reksadana.
Perusahaan yang terlibat dalam penyelidikan ini antara lain: Goldman Sachs Group Inc, Ziff Brothers, Jana Partner, TPG-Axon Capital Management, Jennison Associates, unit dari Prudencial Financial, UBS Financial Services Inc dan Deutsche Bank AG.
“Kami dapat memberi konfirmasi bahwa agen dari FBI mengunjungi kantor kami kemarin pagi sebagai bagian dari penyelidikan yang lebih luas dari industri jasa keuangan yang dilaporkan media pekan kemarin, kata juru bicara Level Global.
“Kami juga bekerja sama sepenuhnya dengan pihak yang berwenang dan pada saat yang sama kita juga tetap beroperasi untuk menjaga kepentingan investor kami,” dia menambahkan dalam surat elektroniknya yang dikirim ke Marketwatch.
Diamondback Capital yang bermarkas di Stamford Connecticut, dan Level Global yang dijalankan oleh David Ganek adalah pecahan dari SAC Capital, perusahaan pengelola dana yang dipimpin oleh Steven Cohen.
Level Global didirikan pada tahun 2003 dan Diamonback diluncurkan pada tahun 2005.
Diamanondback yang jalankan oleh Richard Schimel dan Larry Sapanski mengatakan bahwa mereka bekerja sama dalam penyelidikan.
Kami menerima penyelidikan dari FBI pagi ini dan secara sukarela bekerja sama. “Perusahaan tetap beroperasi penuh dan kami juga bekerja sama dengan tim kami mengelola portfolio bisnis untuk kepentingan investor,” menurut juru bicara Diamondback.
Kepala Galleon Group pengelola dana US$ 1,8 triliun, Raj Rajaratnam tahun lalu ditangkap dan didakwa dengan tuduhan insider trading. Dia melawan tuduhan tersebut, tetapi beberapa broker dan eksekutif perusaan yang terlibat kasus tersebut telah mengaku bersalah dan bekerja sama dengan dalam penyelidikan.
Kasus Galleon cukup menyita perhatian karena agresifitasnya mengumpulan informasi yang merupakan bagian integral dari strategi berbagai manajer.
Loch Capital, yang berbasis di Boston yang mengelola aset sebesar US$ 2 miliar mendapat permintaan penarikan pada awal 2010 dari investor yang khawatir tentang kedekatan hubungannya dengan Galleon, menurut Reuters.
Pendiri Loch, Timothy dan Todd McSweeney, kami adalah teman sekolah S2 Manajemen Modal di Boston, dari Steven Fortuna.
Fortuna mengaku bersalah atas tuduhan insider trading berkaitan dengan kasus Galleon pada bulan November.
Deutsche Todd, yang keluar dari galleon pada tahun 2007 untuk memulai usaha sendiri juga menjadi fokus penyelidikan pidana yang berkaitan dengan pengambil alihan, yang dilaporkan Wall Street Journal akhir pekan lalu.
MARKETWATCH/ VIVA B. K





