foto

AP/Henny Ray Abrams

Kekhawatiran Irlandia Kembali Bebani Wall Street

TEMPO Interaktif New York— Saham perbankan kembali membebani Wall Street pada perdagangan semalam dipicu oleh kecemasan krisis utang Irlandia serta adanya dugaan insider trading.

Namun, indeks saham teknologi Nasdaq berhasil menguat setelah perusahaan pembuat chip komputer Sandisk Corp (SNDK) dinaikkannya prospeknya oleh analis.

Saham di bursa New York sebagian besar turun mengikuti jatuhnya mata uang euro terhadap dolar AS setelah terjadinya kekacauan dalam pemerintahaan koalisi Irlandia sehingga membayangi kesepakatan pemberian dana talangan. Investor takut krisis Irlandia ini akan menyebar ke seluruh Eropa dan kembali meningkatkan kerugian perbankan di Amerika Serikat (AS).

Indeks Dow Jones pada perdagangan Senin (22/11) ditutup turun 24,97 (0,22 persen) menjadi 11.178,58 dan indeks S&P melemah tipis 1,89 poin (0,16 persen) menjadi 1.197,84. Sedangkan indeks Nasdaq menguat 13,9 poin (0,55 persen) ke 2.532,02.

“Semua kekhawatiran terus keluar dari kawasan Eropa, dan kini masalah utang akan terus bergulir,” kata Direktur manajer perdagangan saham Stifel Nicolaus Capital Market,Tom Schrader.

Adanya dugaan insider trading (transaksi illegal yang melibatkan orang dalam untuk mendapatkan keuntungan) menekan saham Goldman Sachs Group (GS), harga sahamnya turun 3,4 persen menjadi US$ 161,05.

“Mencuatnya dugaan insider trading memicu tekanan jual disesi akhir kemarin,” ujar Schrader.

Pemerintahan koalisi Irlandia menjadi tidak popular dan mulai runtuh sehari setelah menyetujui menerima dana talangan dari Uni Eropa dan lembaga moneter internasioanl (IMF). Sehingga memunculkan keraguan akan kemampuan untuk mendorong penghematan anggaran yang merupakan syarat menerima bantuan.

Saham Irlandia yang tercatat di bursa New York seperti Bank of Ireland (IRE) anjlok 16,9 persen menjadi US$ 2,22 dan saham Allied Irish Bank Plc (AIB) juga merosot 9,8 persen) menjadi US$ 1,11 per saham.

Sedangkan saham Sandisk naik 6,5 persen menjadi US$ 42,57 setelah Robert W. Baird menaikkan penilaiannya menjadi outperform dari posisi sebelumnya neutral. Saham HP juga menguat 1,9 persen menjadi US$ 44,07, saham Amkor melonjak 6 persen menjadi US$ 6,86 persen serta Teradyne juga menguat 5,7 persen menguat US$ 12,53 per saham.

REUTERS/ VIVA B. K