foto

Bursa saham di Cina. AP

Spekulasi Pengetatan Moneter Rontokkan Bursa Shanghai

TEMPO Interaktif, Beijing-- Kekhawatiran pemerintah Cina akan melakukan pengetatan moneter untuk meredam laju inflasi memicu kejatuhan bursa Shanghai.

Pemerintah Cina yang diperkirakan akan melakukan langkah – langkah intensif tekait melonjaknya harga kebutuhan pokok lebih dari 10 persen serta naiknya harga properti.

Inflasi Cina di bulan Oktober kemarin telah mencapai 4,4 persen, merupakan level tertingginya dalam 25 bulan terakhir.

Indeks saham bursa Shanghai anjlok 56,09 (1,9 persen) ke level 2.828,28, merupakan level terndahnya sejak 11 Oktober lalu.

Saham Agricultural Bank of Cina Ltd jatuh 1,1 persen karena adanya spekulasi suku bunga acuan akan dinaikkan oleh otoritas moneter akan meningkatkan biaya pinjaman. Indeks indikator komoditas dan energi merosot lebih dari dua persen setelah surat kabar People Daily mengatakan akan melakukan campur tangan untuk menekan harga bila diperlukan.

Poly Real Estate Group Co turun 2,6 persen setelah Credit Suisse Group AG menurunkan prospeknya menjadi underperform seiring turunnya akan harga rumah dan volume penjualan.

"Pemerintah serius mengani inflasi karena bisa mempengaruhi stabilitas sosial,” kata Bin Hu, kepala eksekutif dari BNY Mellon Western Fund Management Co di Shanghai. "Mereka dapat mengambil tindakan lebih termasuk untuk menaikkan suku bunga dan menguatkan yuan," imbuhnya.

BLOOMBERG/ VIVA B.K