foto

Sungai Cikapundung membelah kawasan permukiman padat Kebon Bibit, Bandung, Jawa Barat, TEMPO/Prima Mulia

Sebanyak 50 Persen Warga Kota Bandung Buang Limbah ke Sungai  

TEMPO Interaktif, Bandung -Sebanyak 50 persen masyarakat Bandung masih membuang limbah rumah tangga dan tinjanya ke sungai. Pemerintah Kota Bandung menargetkan pada 2013, 60 persen limbah rumah tangga  bisa tersambung pada saluran air kotor.

Walikota Bandung Dada Rosada mengaku sejak 2008 pemerintah telah meluncurkan program penataan kesehatan lingkungan, sungai, halaman rumah, sanitasi lingkungan, penataan Sungai Cikapundung dan penambahan ruang terbuka hijau. Dada mengatakan agar warga tak lagi membuang kotorannya ke sungai, pemerintah bakal menata kawasan bantaran sungai.

Ia menegaskan, untuk tahap pertama ini penataan kawasan daerah aliran sungai, akan dilakukan sepanjang sungai Cidurian anak sungai Cikapundung. Dimana masyarakat sudah berkomitmen untuk mengubah tata letak rumahnya menjadi menghadap sungai."Saat ini belum diinventarisasi berapa rumah membelakangi sungai. Diharapkan RTH bisa bertambah mencapai 16-17 persen," katanya.

Pian Sopian Direktur Air Kotor PDAM Kota Bandung menegaskan saat ini pemerintah pusat melalui departemen pekerjaan umum, tengah melakukan pengerjaan saluran air kotor Kota Bandung yang dimulai sejak 2007. Dana proyek ini berasal dari APBN  sebesar Rp 70 miliar dengan sistem multy years. Panjang saluran air kotor yang dibangun mencapai 26 Kilometer. PDAM saat ini mengelola sepanjang 460 kilometer yang disalurkan pada pusat instalasi pengeloaan air limbah di Kabupaten Bandung seluas 85 hektar.

"Saluran air kotor yang saat ini dibangun untuk menyambungkan wilayah barat dan timur, karena selama ini air kotor rumah tangga wilayah barat belum tersambung ke instalasi pengeloaan," ujarnya seraya mengatakan, saat ini pembuangan air kotor rumah tangga masih di buang ke Sungai Citepus Kota Bandung yang bermuara di Sungai Citarum.

Ia menegaskan, dengan adanya saluran baru yang tengah dibangun paling tidak 23 ribu kubik air kotor masyarakat di Kota Bandung bisa terlayani."Saat ini setiap harinya paling tidak 40 ribu meter kubik air kotor yang masuk instalasi pengolahaan," ujarnya.

Jumlah pelanggan rumah tangga yang sudah tersambung dengan pipa air kotor saat ini baru mencapai 97.500 pelanggan dengan biaya atau retribusi sebesar 30 persen dari total tagihan pelanggan tiap bulannya bagi yang berlangganan air bersih PDAM. Untuk yang tidak berlangganan, rumah tangga dikenai retribusi sebesar Rp 5 ribu."Biaya penyambungan ke saluran air kotor sekitar 10 persen dari pembangunan instalasi yang dilakukan sendiri oleh masyarakat. PDAM hanya mengawasinya."

Pian menuturkan, cakupan pipa air kotor saat ini baru mencapai 57 persen area kota Bandung. Diharapkan dengan tersambungnya pipa air kotor yang baru bisa memambah cakupan layanan air kotor agar masyarakat tidak membuang air kotornya langsung ke sungai. "Proyek  pipanisasi saat ini tinggal sekitar 1,1 kilometer lagi. Selain itu tahun 2011 akan diadakan proyek pompanisasi." ujarnya.


ALWAN RIDHA RAMDANI