foto

New York Stock Exchange. AP/Henny Ray Abrams

Konflik Korea dan Krisis Utang Eropa Rontokkan Wall Street  

TEMPO InteraktifNew York—Bursa saham Wall Street semalam kembali melemah setelah para investor membuang aset – aset yang beresiko seriring meningkatnya ketegangan di semenanjung Korea dan mencuatnya krisis utang di zona Eropa.

Korea Selatan memperingatkan akan melakukan balasan jika Korea Utara mengambil langkah agresif setelah Pyongyang menembakkan altilerinya ke sebuah pulau di perbatasan kedua Negara.

Perang yang terjadi di Korea semakin meningkatkan kecemasan investor membuat saham di bursa New York pada perdagangan Selasa (23/11) kemarin waktu setempat kembali melemah.

Indeks Dow Jones jatuh 142,21 (1,27 persen) ke level 11.036,37. Indeks saham teknologi Nasdaq juga terkoreksi 37,07 poin (1,46 persen) menjadi 2.494,95, dan indeks S&P 500 juga melemah 17,11 (1,43 persen) menjadi 1.180,11.

Kepala strategi pasar LPL Financial di Boston, Jeff Kleintop mengatakan berita ini mengingatkan kita bagaimana mudahnya pasar bisa terganggu oleh memanasnya geopolitik.

“Memasuki tahun 2011 Pemerintah Amerika Serikat (AS) fokus kebijakan domestiknya akan berkurang sehingga akan mengalami pelambatan. “Sehingga akan lebih fokus pada kebijakan luar negeri untuk menghadapi beberapa rezim membuat premi kecemasan geopolitik juga akan meningkat,” paparnya.

Situasi goyah di Irlandia kian memperburuk kawasan Eropa juga memberikan kontribusi terhadap jatuhnya bursa saham. Kekhawatiran krisis utang Irlandia akan menyebar ke negera Uni Eropa lainnya masih menjadi perhatian para investor.

Uni Eropa telah mendesak Irlandia untuk melakukan penghematan anggaran agar segera mendapat bantuan sesuai yang dijanjikan. Sementara itu, perdana Menteri Irlandia Brian Cowen bersikukuh untuk melakukan pemilihan pada 7 Desember nanti sesuai anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Alhasil, bursa saham Irlandia Selasa kemarin langsung anjlok 3,3 persen.

Saham Raksasa minyak Cevron (CVX) dan Exxon Mobil masing – masing turun 2 persen dan menyumbang 15,5 persen penurunan indeks Dow Jones.

Pejabat The Fed yang merevisi pertumbuhan ekonomi AS dan tingkat pengangguran akan lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya ikut berperan terhadap penurunan bursa Wall Street kemarin.

REUTERS/ VIVA B. K