foto

Pengrajin sedang mengerjakan kain tenun songket di stand UKM Binaan Bank BNI saat Gelar karya Pemberdayaan Masyarakat di JCC. TEMPO/Dinul Mubarok

BNI Kembangkan Kawasan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat  

TEMPO Interaktif, Surakarta - PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. sejak November 2007 mengembangkan kawasan berbasis pemberdayaan masyarakat yang dinamakan kampoeng BNI. Program Kampoeng BNI bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan dengan penyaluran kredit kemitraan.


Menurut Kepala Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Divisi Komunikasi Perusahaan dan Kesekretariatan PT. BNI (Persero) Tbk. Sudarmono Arifin, selain penyaluran kredit, pihaknya juga memberi bantuan manajemen, pelatihan pemasaran, dan sistem pelaporan keuangan.

 

“Kami menyisihkan 1 persen dari keuntungan BNI tahun sebelumnya untuk program tersebut (Kampoeng BNI),” ujar Sudarmono, seusai menjadi pembicara dalam workshop “Integrasi Program Pemberdayaan Usaha Mikro-Kecil dan Menengah di Surakarta, Rabu (24/11) siang.

Sampai dengan Oktober 2010, BNI sudah membangun 6 kampoeng BNI di Subang, Ciamis, Yogyakarta, Ogan Ilir, Pasuruan, dan Lumajang. Masing-masing kampoeng memiliki usaha bersama sesuai potensi daerahnya. Misalnya peternakan sapi di Subang, kerajinan tenun di Ogan Ilir, dan perkebunan pisang di Lumajang.

Dia mencontohkan, dalam satu kampoeng kerajinan tenun songket terdiri dari sentra usaha, ruang pamer, perajin tenun songket, dan sentra benang untuk tenun. Sehingga dalam satu kawasan terintegrasi antara pengadaan bahan baku, proses pembuatan, hingga pemasaran.

Sejak November 2007 hingga Oktober 2010, pihaknya sudah mengucurkan anggaran Rp 10,5 miliar untuk 1.025 mitra. Setiap orang rata-rata mendapat pinjaman Rp 15 juta dengan bunga hanya 6 persen per tahun.

Tahun depan, BNI berencana mengembangkan kampoeng serupa di Bogor untuk pemberdayaan wanita, kerajinan bunga di Jakarta, kerajinan kain ulos di Pematang Siantar, kampung nelayan di Lamongan, rumput laut di Sulawesi Utara, pertanian jagung di Solok, kerajinan sepatu di Priangan, dan kerajinan batik lasem di Kudus.

 

UKKY PRIMARTANTYO