indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Wikileaks: Raja Saudi Desak Amerika Serikat Serang Iran

Wikileaks: Raja Saudi Desak Amerika Serikat Serang Iran

Founder WikiLeaks, Julian Assange. AP/APTN

TEMPO Interaktif, Washington -Pemimpin Saudi Arabia, Raja Abdullah pernah berulangkali mendesak Amerika Serikat untuk menyerang program nuklir Iran dan Cina yang pernah memerintahkan melakukan serangan maya atas Amerika Serikat. Demikian sejumlah cuplikan nota-nota diplomatik Amerika Serikat yang bocor Ahad waktu Washington (pagi tadi) yang mengguncang diplomasi Amerika.

Menurut The New York Times, lebih dari 250.000 dokumen, yang diberikan kepada lima kelompok media oleh “peniup peluit” situs WikiLeaks, menyediakan pandangan terang dan kadang-kadang kritis terhadap para pemimpin asing serta informasi rahasia mengenai terorisme dan proliferasi nuklir yang dilakukan oleh para diplomat Amerika Serikat.

Gedung Putih mengutuk peluncuran oleh WikiLeaks dan mengatakan pengungkapan bisa membahayakan informan-informan Amerika di luar negeri. WikiLeaks mengatakan situs mereka telah diserang dan tidak ada kawat yang mendasari terlihat di sana pada Minggu malam, meskipun beberapa telah dicatat oleh organisasi-organisasi berita.

Di antara pengungkapan di harian Guardian Inggris, yang juga mendapat sekilas kemajuan pada dokumen bersama dengan harian Le Monde (Prancis), Der Spiegel (Jerman) dan El Pais (Spanyol), Raja Abdullah dilaporkan telah "sering mendorong Amerika untuk menyerang Iran buat menghentikan program senjata nuklirnya".

“Potong kepala si ular,” demikian duta besar Saudi Arabia untuk Washington, Adel al-Jubeir, mengutip perkataan raja selama pertemuan dengan Jenderal Amerika Serikat David Petraeus pada April 2008.

The Times hari ini melaporkan, dokumen-dokumen yang bocor, mayoritas tertanggal dari 2007 dan selanjutnya. Juga mengungkapkan keluhan-keluhan Amerika bahwa Politbiro Cina memerintahkan penyusupan atas sistem komputer Google, bagian dari kempanye terkoordonasi yang lebih besar dari sabotase oleh pemerintah Cina, para pakar keamanan dan hukum internet.

The New York Times | Reuters | dwi a

Komentar (5)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
ooo..
0
1
Bung Menggelinjanggelinjang ini bukan masalah agama dan bukan masalah sesat atau tidak sesat, tapi ini masalah prinsip politik Bung! jangan dicampur adukkan dengan agama. Sama sekali ga ada hubungannya..
1
0
Amerika jagonya buat Skenario Besar, ujung ujungnya cenderung untung buat di aj.. lagian masa segampang itu Kedutaan di setiap Negara ngasi Dokumen Rahasia dari tahun 1966 kepada organisasi yang konon nonprofit.. yang awam baginya di anggap sebagai ***** ***** BODOH biar kemakan isu..
4
0
ternyata sesama islam pun ngga rukun-rukun amat...atau karena emang islam iran di anggap sesat ya?
0
1
Honesty is the best policy. Publik perlu diberi kebenaran info apapun itu konsekuensinya.
Wajib Baca!
X