Kekerasan di Pemilu Pantai Gading

Kekerasan di Pemilu Pantai Gading

Pemilu di Pantai Gading. AP Photo/Schalk van Zuydam

TEMPO Interaktif, Abidjan -Seorang pejabat pemerintah Pantai Gading melaporkan dua orang tewas dan lainnya terluka dalam insiden kekerasan dan intimidasi terhadap pemilih di negeri bagian barat di layar TV hanya beberapa jam setelah TPS-TPS ditutup dalam sebuah pemilu konsensus presiden yang digelar kemarin.

Pejabat di Kementrian Dalam Negeri Auguste Zoguehi menyebut sat tentara dan satu warga sipil dibunuh di kota Niboua dan sekitar selusin lainnya cidera dalam insiden-insiden bentrokan antara pendukung Presiden Gbagbo yang saat menjabat dan lawannya Alassane Ouattara seiring kasus-kasus intervensi dalam proses pemilu.

Pihak oposisi juga mengajukan tuntutan intimidasi terhadap pemilih, terjadinya penculikan dan kekerasan. Di Sinfra, sebuah kota tak jauh dari Niboua, menruut Direktur Kampanye Lokal Ouattara, Zoua Boti Bi, terjadi bentrok berdarah antar partisan yang menelan 6 nyawa. Tiga anggota pejabat partainya juga diculik oleh sejumlah pria bersenjata.

Meskipun aneka penyelidikan oleh para pejabat internasional dan domestik, tak satupun insiden itu bisa dikonfirmasi secara independen oleh The Associated Press. Hasil hitung cepat yang diperkirakan muncul Minggu malam waktu Abidjan (pagi tadi WIB), terpaksa dibatalkan di tengah kebingungan rakyat.

Rakyat Pantai Gading diminta memilih antara Gbagbo, yang berkuasa sejak kekerasan protes jalanan yang berujung mengangkat namanya pada 2000, dan pria yang ditudingnya berada di balik pemberontakan yang berupaya mendongkelnya, Ouattara.

AP | dwi a

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X