Pekerja menutup stupa Candi Borobudur menggunakan plastik setelah dibersihkan dari material vulkanik di Magelang, Jateng FOTO ANTARA/Anis Efizudin
Topik
Plastik Pembungkus Stupa Borobudur Dibuka
TEMPO Interaktif, Magelang– Plastik pembungkus stupa dan arca di candi Borobudur Magelang mulai dibuka, hari ini. Kunjungan wisatawan diharapkan kembali normal mulai awal Desember.
Kepala Unit PT. Taman Wisata Candi Borobudur Pujo Suwarno mengatakan meski plastik pembungkus telah dibuka, namun masih ada beberapa tahap pembersihan candi yang harus dilakukan. “Masih dibilas dulu,” kata dia, Senin(29/11).
Untuk sementara, lanjut dia, pengunjung belum diperkenankan untuk naik ke atas candi. Mereka hanya diperbolehkan berada di sekitar candi dan pelataran saja. “Baru di lokasi itu,” kata dia.
Sebelumnya, erupsi Merapi telah menyebabkan candi Borobudur terguyur hujan abu. Ketebalan debu di atas permukaan candi mencapai 2,5 sentimeter. Abu vulkanik itu memiliki sifat asam dan mengancam pengeroposan batuan candi.
Sebagai upaya konservasi, setelah dibersihkan dari debu, 11 Oktober lalu stupa dan arca candi dibungkus dengan plastik. Ada 72 stupa kecil, satu stupa induk dan beberapa arca yang dibungkus plastik saat itu. Cara itu dilakukan agar batuan tak kembali terguyur debu vulkanik.
Selama proses pembersihan hingga saat ini, wisatawan pun tak sepenuhnya bebas naik ke candi. Mereka hanya diperkenankan melihat dari bawah karena candi masih dalam proses pembersihan. Akibatnya, jumlah pengunjung candi pun merosot drastis dibanding sebelum terjadinya bencana Merapi.
Dalam catatan PT. Taman Wisata jumlah kunjungan wisatawan ke candi Borobudur terus mengalami peningkatan. “Berangsur naik jumlahnya,” kata Mardi, bagian Hubungan Masyarakat PT. Taman Wisata.
Menurut dia, pada pertengahan Nopember ini misalnya, rata-rata pengunjung hanya berkisar antara 90 hingga 160 orang per hari. Namun selama tiga hari belakangan, jumlahnya naik menjadi 500 hingga 1.700 orang per hari.
Jumat (26/11) pekan kemarin misalnya, terdapat 516 wisatawan yang datang ke candi, baik domestik maupun mancanegara. Jumlah itu meningkat menjadi 721 orang pada Sabtu (27/11). “Adapun Minggu kemarin mencapai 1.736 orang,” kata dia.
Meski demikian, angka itu masih cukup jauh dibanding jumlah wisatawan yang datang sebelum bencana Merapi terjadi. Yakni mencapai 5.000 hingga 10.000 orang per hari.
ANANG ZAKARIA





