foto

Gerai Starbucks. TEMPO/Panca Syurkani

Starbucks Tuduh Kraft Merusak Penjualan Kopi  

TEMPO Interaktif, Los Angeles - Starbucks menuduh Kraft Foods salah mengelola penjualan paket kopi mereka di toko-toko. Saking marahnya, Starbucks mengancam memutus kemitraan dengan Kraft, yang telah berjalan selama 12 tahun.

Raksasa kedai kopi yang berbasis di Seattle ini menuduh Kraft buruk mengolah tampilan, gagal di pemasaran, dan tidak melakukan tindakan yang tepat untuk mengatasi tergerusnya pangsa pasar Starbucks.

Berdasarkan dokumen yang diperoleh Reuters kemarin disebutkan Starbucks meminta Kraft memperbaiki pelanggaran kontrak tersebut dalam waktu 30 hari.

Jika tidak, Starbucks mengancam akan memutus kerja sama dengan Kraft dalam penjualan kopi kemasan di toko-toko dan jaringan lain, seperti Target Corp and Costco Wholesale Corp, pada 1 Maret 2011.

Dalam suratnya, Colleen Flaherty, Wakil Presiden Kraft Bidang Penjualan, menyebutkan, pertumbuhan bisnis kopi kemasan Kraft tumbuh dari US$ 50 juta menjadi US$ 500 juta setahun.

Sukses ini menunjukkan kinerja mereka yang baik selama 12 tahun terakhir. Karena itu, jika Starbucks ingin memutus kerja sama dan mencari mitra lain, Kraft minta waktu yang cukup untuk masa transisi.

Selain itu, Kraft minta kompensasi sesuai dengan harga pasar bisnis, ditambah premium. Menurut sumber yang mengetahui perjanjian kedua belah pihak, di dalam kontrak disebutkan nilai premium dapat mencapai 35 persen.

Analis UBS, David Palmer, mengatakan penjualan kopi Starbucks memang menurun dalam tiga tahun berturut-turut. Kejatuhan tersebut dimulai saat Amerika Serikat dilanda resesi.

Naiknya angka pengangguran memaksa orang mengurangi bepergian dan lebih memilih menyesap kopi di dalam rumah.

REUTERS | EFRI RITONGA