Kondom. REUTERS/Daniel Munoz
Topik
Pembelian Kondom oleh Pelajar Ciamis Naik di Akhir Pekan
TEMPO Interaktif, Ciamis - Penjualan kondom di sejumlah toko obat dan apotek di kabupaten Ciamis, Jawa Barat khususnya saat memasuki liburan kerap mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Rata-rata pembelinya didominasi kalangan pelajar dan mahasiswa.
Anton, 35 tahun, pemilik salah satu apotek di Jalan Ampera Kabupaten Ciamis, mengatakan kebanyakan pembeli kondom didominasi oleh kalangan anak Sekolah Menengah Atas dan mahasiswa. Bahkan tak jarang beberapa di antaranya ditemukan berasal dari pelajar sekolah menengah pertama.
Rata-rata pembeli kondom mencapai empat orang dari kalangan pelajar-mahasiswa per hari. Sedangkan pada saat menjelang liburan khususnya akhir pekan, rata-rata pembeli dari kalangan pelajar bisa mencapai hingga delapan orang atau dua kali lipatnya dari hari biasa. “Kita sulit juga mencegahnya,” ujarnya.
Anton mengakui, ia bisa mengenali pembeli dari pelajar terlihat dari fisiknya. Kebanyakan pembeli, kata dia, diperkirakan berusia sekitar 18 tahun. “Saya lihat dari fisiknya, tetapi memang terlihat usia pelajar,” ujarnya. “Tadinya saya mau nanyai kartu pelajar atau KTP, tetapi takut tersinggung ya sudah saya layani saja.”
Menurut Dia, naiknya jumlah penjualan kondom khususnya di akhir pekan menjelang malam Minggu sudah mulai dirasakan sejak sebulan terakhir. Sedangkan sebelumnya pembelian kondom relatif minim bahkan cenderung sepi pembeli.
Wati, salah seorang pegawai apotek di jalan Yos Sudarso juga mengatakan, akhir-akhir ini banyak remaja serta pelajar yang menanyakan kondom. Namun pihaknya terkadang enggan menurutinya. “Kebanyakan remaja berusia sekitar 18 tahunan ke bawah, namun saya tidak menjualnya kepada mereka,” ujarnya.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Ciamis, Asep Roni saat dimintai komentarnya mengaku terkejut dengan fenomena itu. Menurutnya hal tersebut memandakan merosotnya moral di kalangan generasi muda khususnya pelajar.
Lembaganya berharap, dengan adanya produk peraturan daerah melalui pelaksanaan pendidikan agama Islam di setiap sekolah bisa dilaksanakan dengan maksimal. Sehingga bisa mendidik moral di kalangan pelajar. “Produk aturan itu harus dilaksanakan dengan produktif,” ujarnya.
Selain itu, ia meminta agar pemerintah daerah melalui dinas pendidikan bisa bertindak dengan cepat merespon adanya informasi itu. “Saya akan bicarakan secepatnya dengan kepala dinas pendidikan,” ujarnya.
JAYADI SUPRIADIN





