Mesjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. ANTARA/Ampelsa
Topik
Wakil Gubernur Pertanyakan Sisa Dana Bantuan Gempa Aceh
TEMPO Interaktif, Jakarta - Wakil Gubernur Daerah Istimewa Aceh, Muhammad Nazar mempertanyakan sisa dana bantuan gempa dan tsunami Aceh tahun 2004. Ia mengaku pembangunan infrastruktur pasca berakhirnya kerja Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) dilakukan oleh pemerintah daerah Aceh.
"Sebenarnya (infrastruktur) dibangun oleh dana pemda. Dana sisa BRR kan masih di Kementerian Keuangan, (jumlahnya) hampir Rp 6 triliun," kata Nazar kepada wartawan usai Rapat Pansus Otonomi Khusus di DPR, Rabu (1/12).
Menanggapi hasil kerja BRR di Aceh, Nazar mengatakan saat ini ada beberapa infrastruktur yang sudah rusak karena terkena goncangan gempa. Artinya, infrastruktur yang dibangun jauh lebih buruk daripada yang dibangun pada masa sebelum gempa.
Ia sendiri tidak tahu pasti apa penyebabnya. BRR sendiri, lanjutnya, menyampaikan bahwa yang mereka selesaikan belum seratus persen, dan dilanjutkan oleh lembaga lain, yakni BKRA (Badan Koordinasi Rekonstruksi Aceh). Namun, masa kerja BKRA hanya satu tahun dan sudah selesai sejak tahun 2009.
"Makanya kami ingin ada dana percepatan pembangunan dari dana sisa BRR ini yang khusus untuk Aceh. Dana itu jangan dialihkan ke provinsi lain, karena peruntukannya dari luar negeri dan APBN dulu adalah untuk Aceh setelah bencana," imbuhnya.
Jika mengacu pada yang disampaikan BRR, kata Nazar, 90 persen tahap rekonstruksi sudah berhasil dilaksanakan. Selanjutnya, tahapan akan ditindaklanjuti oleh kementerian sektoral. "Makanya tadi ada Rp 5,6 triliun lebih yang kami usulkan kepada pemerintah pusat agar direalisasikan tahun 2011," kata dia.
Ia berpendapat, dana tersebut nantinya dapat digunakan untuk mengatasi kekurangan yang ada di Aceh. Kekurangan tersebut mencakup infrastruktur yang dalam cetak biru (blueprint) rekonstruksi sudah dibuat namun ternyata belum dibuat.
Ada pula yang oleh BRR sudah dibuat dalam jumlah berlebih, yakni rumah tinggal bagi warga Aceh yang rumahnya hancur diterjang tsunami. "Mengenai kualitas tentu nanti ada tim teknis yang mengetahui kualitas tahunan," kata Nazar.
MAHARDIKA SATRIA HADI





