Eksekusi Rumah, 7 Orang Tertembak  

TEMPO Interaktif, Pamekasan - Eksekusi sebuah rumah di Desa Blaban, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, pada Rabu (8/12) ricuh. Tujuh warga yang melakukan penghadangan petugas eksekusi terkena tembakan polisi. Dua polisi juga dikabarkan terkena peluru nyasar. Saat ini tujuh warga yang terkena tembakan dirawat di rumah sakit daerah Pamekasan.

Sandi salah seorang saksi mata yang ditemui di rumah sakit menceritakan, kericuhan terjadi sekitar pukul sembilan pagi tadi. Saat itu, juru sita dari Pengadilan Negeri Pamekasan yang didampingi puluhan aparat kepolisian, hendak membacakan surat eksekusi terhadap sebuah rumah milik Bu Tonah.

Namun, lanjut Sandi, saat eksekusi akan dilakukan, muncul provokasi lemparan batu dari obyek lokasi kepada petugas keamanan yang menjaga ketat lokasi eksekusi dengan dua lapis pengamanan. Polisi membalas lemparan itu dengan tembakan peringatan. Bukannya mereda, warga merespon tembakan itu dengan aksi beringas. Warga mencoba menghajar petugas eksekusi dan merebut dokumen eksekusi yang dibawa petugas.

"Polisi beri tembakan peringatan lagi, tapi kericuhan berlanjut, sudah setelah itu banyak suara tembakan dan orang mengerang kesakitan," cerita Sandi.

Ketujuh nama warga dan dua polisi yang terkena tembakan itu adalah Sofyan, Desa Blaban, Kecamatan Batumarmar, luka dibagian paha dan rusu. Slamet, Dusun Lompao Tengah, Desa Blaban, Kecamatan Batumarmar, luka dibagian betis. Busiman, Dusun Lompao Tengah, Desa Blaban, Kecamatan Batumarmar, luka dibagian tengah. Juhari, Desa Blaban, Kecamatan Batumarmar, luka dibagian paha. Samsul, Dusun Lompao Tengah, Desa Blaban, Kecamatan Batumarmar, luka dibagian betis. H. Rahman, Desa Blaban, Kecamatan Batumarmar, luka dibagian paha dan mata bagian kanan. Samsuri, Desa Blaban, Kecamatan Batumarmar, luka dibagian betis.

Dua polisi yang diduga kena pantulan peluru adalah  Kasat Narkoba Polres Pamekasan Ajun Komisaris Sarpan yang menderita luka dibagian betis dan Bripka Eko Darmawan, anggota Reskrim Polres Pamekasan yang mengalami luka parah di bagian paha sebelah kiri.

Kepala Polres Pamekasan, Ajun Komisaris Besar Andjar Gunadi belum dapat dikonfirmasi.

Sementara itu, Humas PN Pamekasan Rendra mengaku belum dapat memberikan penjelasan soal kericuhan eksekusi karena petugas eksekusi dilapangan belum memberikan laporan resmi. "Saya belum bisa berikan keterangan soal masalah itu, belum ada laporan," kata Rendra lewat pesan singkatnya kepada Tempo.

MUSTHOFA BISRI