Topik
Tender Kereta Bandara Mulai Pertengahan 2011
TEMPO Interaktif, Jakarta - Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono menyatakan proyek pembangunan jalur kereta menuju Bandar Udara Soekarno-Hatta Cengkareng, Tangerang, akan kembali ditender pada 2011. "Bakal ditenderkan pertengahan tahun depan," katanya, hari ini.
Tender dilakukan setelah penghitungan ulang serta pendokumenan dilakukan. Sebab, banyak perubahan dalam hal desain kereta bandara. "Kereta bandara bakal banyak elevated line," kata dia.
Pembangunan kereta bandara, jelas dia, akan dibuat dalam dua jalur yaitu jalur cepat (express line) dan jalur komuter (commuter line). Untuk jalur cepat, Bambang mengatakan, akan dimulai dari Manggarai-Angke-Pluit-Bandara Soekarno-Hatta. Sedangkan untuk jalur komuter akan dimulai dari Tangerang menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Pembangunan jalur komuter dilakukan sebagai bentuk alternatif menuju bandara. Karena selama ini hanya ada jalur bus yang berasal dari Daan Mogot, Jakarta.
Untuk pembangunan jalur komuter, kata Bambang, akan dimulai tahun depan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian dengan membangun double track. "Sehingga nanti dari Tangerang ke Cengkareng dapat melalui pintu belakang," ucapnya.
Nilai investasi untuk pembangunan jalur komuter, menurut dia, akan kembali dihitung. Sementara ini kementerian telah menghitung nilai investasi untuk jalur cepat, yaitu sekitar Rp 10 triliun. Sedangkan pemerintah bakal mengalokasikan sekitar Rp 3,5 triliun. "Nilai investasi untuk jalur komuter akan lebih rendah dibanding jalur cepat," katanya.
Bambang yakin pembangunan double track untuk jalur komuter bakal selesai 1 hingga 2 tahun ke depan. "Saat ini memang sudah ada tapi baru single track," katanya.
Adapun nilai investasi berkembang dua kali lipat dari sebelumnya disebabkan adanya perubahan desain. "Saat ini desainnya ada elevated serta dedicated line," ucap Bambang. Sebelumnya, pemerintah menargetkan nilai investasi sebanyak Rp 4,6 triliun.
Mengenai siapa saja investor yang tertarik dengan proyek bandara tersebut, menurutnya, tergantung dari standar serta desain teknis yang bakal diterapkan. Sampai saat ini, pemerintah bekerja sama dengan pemerintah Jepang dalam hal studi kelayakan, merapikan dokumen tender, memberikan parameter supaya standarnya sama dengan yang lain. "Bekerja sama dengan Jepang karena dia yang menawarkan grand design sehingga formulasi bakal lebih baik."
Saat ini, menurut dia, ada beberapa negara yang telah menyatakan tertarik untuk membangun proyek tersebut. "Diantaranya Korea, Cina, Jepang, serta negara-negara yang menjadi produsen kereta api," kata Bambang.
Dia menginginkan proyek kereta bandara ini dapat selesai secepat mungkin. "Semoga dua jalur itu dapat rampung pada 2014."
SUTJI DECILYA





