Melaut, Tiga Nelayan Tewas Disambar Petir
TEMPO Interaktif, Pamekasan - Tiga nelayan asal Desa Keramat, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, tewas disambar petir saat tengah melaut pada Kamis (9/8) sekitar pukul 01.00 dini hari Nelayan yang tewas itu adalah Samsuri, Mukhlis dan Abdurrahem.
Menurut Fauzi, salah satu keluarga korban, peritiwa mengenaskan itu terjadi, saat delapan nelayan asal Desa Keramat pergi melaut dari Dermaga Branta Pesisir Kecamatan Tlanakan. Saat perjalanan sampai 10 mil laut, para nelayan itu mulai menebar jala sepanjang 200 meter.
Pemasangan jala pun selesai, mereka kemudian beristirahat, tiga nelayan di dalam dek dan lima beristirahat di palka perahu. "Yang lima itu bertugas menjaga penerangan dari mesin diesel," ujar Fauzi saat ditemui Tempo di RSUD Pamekasan, Kamis (9/12).
Saat melaut itu, hujan pun turun. Tapi kelima nelayan di palka tidak masuk dalam dek dan tetap berada di palka. Saat itulah, gelegar petir menyambar mereka. Tiga nelayan mati di tempat dan dua lainnya yaitu Satuki dan Encung Hariadi menderita luka dan shock berat.
Saat itu juga, ketiga korban yang tewas langsung dilarikan di RSUD Pamekasan. Kini jenasah tiga korban telah dibawa ke rumah duka di desa Keramat dan Bandaran. Sementara dua korban luka masih menjalani perawatan intensif oleh tim medis
MUSTHOFA BISRI





