foto

Taman Nasional Kerinci Seblat. TEMPO/Fachrul Rasyid

Kawasan Taman Nasional Kerinci Diusulkan Jadi Hutan Desa

TEMPO Interaktif, Jambi - Kawasan penyangga Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) dan kawasan hutan produksi di Desa Sungai Tebal Kecamatan Lembahmasurai, Merangin, Jambi, diusulkan untuk menjadi kawasan hutan desa atau hutan kerakyatan.

Kawasan seluas 49 ribu hektare lebih itu telah dirambah warga dan dialihfungsikan menjadi kawasan perkampungan dan perkebunan. Pemerintah Kabupaten Merangin, dalam waktu dua pekan sejak 12 November lalu telah mengusir para perambah yang menduduki kawasan itu. "Ini merupakan langkah awal dalam upaya penertiban,” ujar Bupati Merangin M Nalim kepada Tempo, Ahad (12/12)

Menurut Nalim, bila usulan untuk menjadikan kawasan itu jadi hutan desa atau hutan kerakyatan diterima Kementerian Kehutanan, warga yang sebelumnya menguasai kawasan tersebut dapat kembali lagi dan mengelola kawasan ini.

Khusus kawasan hutan penyangga TNKS, dari luasnya sekitar 9.000 hektare, sedikitnya 50 hektare telah dibabat dan dijadikan kawasan perkebunan kopi dan kayu manis.

Kini upaya pengosongan kawasan yang dilakukan petugas gabungan dari anggota Polisi Hutan Dinas Kehutanan Kabupaten Merangin, Dinas Kehutanan Provinsi, Satuan Polisi Operasi Reaksi Cepat Taman Nasionak Kerinci Sebelat (TNKS) dan anggota pemerintah Kabupaten Merangin, sudah berhasil menertibkan warga.

Sementara itu, Syafri, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Merangin, menyatakan, kondisi kawasan hutan di daerahnya kini sudah sangat memprihatinkan. Sebab, lahan itu sudah dialihfungsikan warga yang berasal dari Provinsi Bengkulu, Lampung dan Sumatera Selatan, menjadi kebun kopi dan berbagai jenis komoditi pertanian lainnya.

Rudi Syaf, dari Bidang Komunikasi dan Informasi Komunitas Konservasi Indonesia Warsi, menyatakan pihaknya menyambut baik upaya pengusulan kawasan tersebut menjadi hutan desa atau hutan kerakyatan. "Kami sangat setuju sekali, hanya saja warga desa yang berada di kawasan itu ikut dilibatkan. Diharapkan warga pendatang sebagai perambah dapat sama-sama dan membaur dengan warga lokal,” kata Rudy.


SYAIPUL BAKHORI