foto

Pesawat Grand Caravan. Foto: airliners.net

Akhir Desember, Bandara Udara Banyuwangi Beroperasi  

TEMPO Interaktif, Banyuwangi  - Pemerintah Banyuwangi telah bekerja sama dengan maskapai penerbangan Sky Aviation untuk melayani penerbangan di Bandara Banyuwangi.


Kepala Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi Banyuwangi, I Ketut Kencana mengatakan, rute penerbangan yang dibuka yakni Banyuwangi-Surabaya dan Banyuwangi-Denpasar. "Penerbangan perdana dimulai 29 Desember mendatang," kata Ketut kepada wartawan, Senin (13/12).

Pesawat yang akan dioperasionalkan yaitu jenis Grand Caravan dengan kapasitas 9 kursi. Pesawat ini beroperasi dengan Rute Banyuwangi-Surabaya dengan jarak tempuh 45 menit, dan harga tiket dibanderol Rp 900 ribu. Sedangkan harga tiket Banyuwangi-Denpasar dengan waktu tempuh 28 menit, sebesar Rp 600 ribu.

Menurut Ketut, meski harga tiket diakuinya mahal, namun Pemerintah Banyuwangi optimis banyak kalangan pengusaha yang berminat. Selama ini, perjalanan Banyuwangi ke Surabaya ditempuh dengan jalur darat dengan jarak tempuh sekitar 7 jam.

Apabila penerbangan dengan Grand Caravan ini dianggap sukses, maka pada Februari 2011 jenis pesawat akan ditingkatkan menjadi jenis Cessna dengan kapasitas 40 kursi. "Harga tiketnya pasti akan lebih murah," katanya.

Sejak 2008 lalu, Bandara Banyuwangi di Desa Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi, tersebut mangkrak. Padahal pembangunan Bandara ini menghabiskan anggaran lebih dari Rp 50 miliar.

Wahyudi, salah satu pengusaha di Banyuwangi, mengatakan, tiket yang dipatok tersebut terlalu mahal meski jarak tempuh lebih singkat. Apalagi dengan harga semahal itu, kata dia, fasilitas yang disediakan sangat minim. "Terkecuali kalau fasilitasnya sesuai dengan harga," kata dia.

Menurut Wahyudi, Pemerintah Banyuwangi harus memberikan subsidi silang untuk menekan harga tiket. "Tanpa subsidi silang, para pengusaha akan berpikir ulang untuk menggunakan pesawat," tambahnya.

 

IKA NINGTYAS