Topik
Dongkrak Kunjungan ke Yogya, Hotel Diminta Diskon 50 Persen
TEMPO Interaktif, Yogyakarta - Dunia pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta belum sepenuhnya pulih setelah bencana Merapi. Kondisi itu terlihat dari rata-rata target peningkatan hunian hotel 75-80 persen pada tiap akhir tahun, kini hanya meningkat 5-10 persen saja.
“Memang sudah mulai ada perkembangan, tapi tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yogyakarta Istidjab Danunagoro, Selasa (14/12).
Untuk meningkatkan tingkat hunian di akhir tahun 2010 ini, lanjut dia, Perhimpunan menghimbau agar pengusaha perhotelan di Yogyakarta berkenan memberi diskon hingga 50 persen bagi tamu. Adapun restoran, diharap memberi diskon hingga 20 persen. Himbauan itu diberikan agar bisa mendongkrak jumlah angka kunjungan wisatawan ke Yogyakarta paska bencana Merapi. “Itu sifatnya himbauan,” kata dia.
Dia mengakui cukup sulitnya mengembalikan kepercayaan wisatawan untuk datang. Meski sejak beberapa waktu lalu, pernyataan bahwa Yogyakarta telah aman dikunjungi wisatawan telah banyak dirilis pejabat dan instansi kepariwisataan. Diantaranya Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik dan Direktur Badan Pariwisata Dunia UNWTO (United Nation World Tourism Organization) Marcio Favilla saat berkunjung ke Universitas Gadjah Mada, Rabu pekan lalu.
Bahkan, upaya lain yang dilakukan untuk memulihkan pariwisata Yogyakarta di dunia internasional dengan mengundang media massa asing datang. Semisal dari negara-negara tetangga Indonesia. Namun upaya itu pun dianggap tak banyak membuahkan hasil. “Harus diakui, masih ada kekhawatiran wisatawan datang,” kata dia.
Dia berharap, meski target peningkatan hunian hotel untuk akhir tahun terancam tak sepenuhnya terpenuhi, namun setidaknya pada Januari tahun depan kondisi pariwisata di Yogyakarta bisa kembali normal sepenuhnya. Sejumlah upaya terus dilakukan untuk menarik wisatawan datang, diantaranya adalah dengan lava tour, yakni mengunjungi daerah-daerah bekas bencana letusan Merapi.
ANANG ZAKARIA





