foto

TEMPO/ Nickmatulhuda

Bantul Yuso Lawan Samator di Final  

TEMPO Interaktif, Badung - Partai final putra Liga Bola Voli Divisi Utama 2010 akan mempertemukan Bantul Yuso Gunadarma Yogyakarta dan Samator Surabaya di GOR Purnakrida, Kerobokan, Badung, Minggu (19/12). Kedua tim berhasil mengalahkan lawannya pada babak semifinal, Sabtu (18/12) malam.

Bantul Yuso berhasil mengalahkan Indomaret Sidoarjo dengan skor 3-1 (25-19, 25-21, 25-20 dan 25-21). Indomaret, yang sebagian besar diisi dengan pemain muda gagal menunjukkan performa terbaik. Khasoni Mufid dan kawan-kawan bermain di bawah tekanan sehingga sering membuat kesalahan sendiri.

Pelatih Bantul Yuso, Putut Marhaento menyatakan, pemainnya dalam kondisi prima menghadapi pertandingan semifinal ini. “Pemain kami sudah siap bertarung,” kata Putut. Beberapa kali pergantian setter yang dia lakukan membuat permainan anak asuhannya susah ditebak oleh lawan.

Sementara, Indomaret yang tampil meyakinkan selama babak penyisihan justru tampil antiklimaks. Variasi serangan mereka dengan mudah dibaca oleh blocker Ramzil Huda dan kawan-kawan. Bantul Yuso akhirnya menutup pertandingan setelah smash keras Zainudin jatuh di daerah pertahanan Indomaret.

Sementara Samator Surabaya kembali mengandaskan perjuangan tuan rumah Tirta Dewata tiga set langsung (25-23, 23-25 dan 20-25). Meskipun kalah telak, Tirta Dewata menunjukkan perlawanan alot. Di set awal, Tirta Dewata sebenarnya tampil menjanjikan dengan unggul 16-12. Namun mental juara Samator membuat mereka menyalip tuan rumah di angka 24-23. Samator akhirnya menutup set ini setelah quick Mahfud menembus block Tirta Dewata.

“Kita menyuruh anak-anak nggak usah terpengaruh penonton tuan rumah, anggap saja main di Surabaya,” kata Ibarsyah, Pelatih Samator. Selain itu, dia menginstruksikan anak-anaknya untuk tampil lepas dan meminimalisir kesalahan.

Pada dua set berikutnya, mental Tirta Dewata justru kedodoran. Beberapa kali passing yang tidak akurat serta umpan yang tidak sempurna membuat serangan Tirta Dewata gampang dimentahkan oleh Adam dan kawan-kawan.

Menghadapi Bantul, Ibarsyah masih tetap optimis bisa memenangkan pertandingan. “Meskipun 80 persen materi kami pemain muda semua, mereka memiliki spirit bertandinga yang bagus,” kata Ibarsyah. Beberapa pemain nasional, seperti Affan Priyo dan Ayip Rizal sengaja tidak dibawa karena baru pulang membela merah putih di Asian Games.

Sementara, Putut juga menyatakan optimisme. “Kita sudah mempersiapkan diri sejak lama,” kata Putut. WAYAN AGUS PURNOMO