foto

Kapolri Jendral Timur Pradopo (kiri) melantik Pewira Polisi Sumber Sarjana Tahun 2010 di lapangan Bhayangkara, Akademi Kepolisian, Semarang,FOTO ANTARA/Haryo Setyaki

Kepala Polri Penentu Keberhasilan Remunerasi  

TEMPO Interaktif, Jakarta -  Dosen Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian Bambang Widodo Umarhari ini mengemukakan remunerasi yang akan diterima anggota polisi bakal berhasil jika Kepala Kepolisi Republik Indonesia Jenderal Polisi Timur Pradopo juga ikut mengubah institusi ini.

Pemberian remunerasi ini untuk meningkatkan kesejahteraan yang berimbas pada peningkatan kinerja anggota polisi. Jika profesionalitas mereka meningkat, maka kepercayaan masyarakat terhadap Kepolisian Republik Indonesia juga meroket.

Bambang menegaskan sebagai pemimpin Timur harus bersikap teags, jujur, dan berintegritas sehingga mampu menekan aparat nakal. “Tapi jika ada toleransi, tidak akan bisa terjadi pembaruan. Apalagi kalau sanksi dikurangi karena iba,” katanya saat dihubungi Tempo melalui telepon selulernya.

Menurut dia, remunerasi harus dibayar seiring naiknya kepercayaan masyarakat. Kepercayaan itu harus dimulai dengan pengetatan pengawasan. Ia menilai pengawasan terhadap aparat kepolisian selama ini lemah. Bambang menambahkan polisi juga harus mendapat pendidikan bagus untuk meningkatkan kemampuannnya.

Dewan Perwakilan Rakyat Rabu lalu menyepakati remunarasi untuk 415.557 anggota kepolisian. Kepolisian mendapat anggaran remunerasi Rp 1,9 triliun.

Dianing Sari