foto

TEMPO/FULLY SYAFI

Garuda Indonesia Tuntaskan Restrukturisasi Hutang dengan Kreditur  

TEMPO Interaktif, Jakarta -Setelah melalui proses panjang selama lima tahun PT Garuda Indonesia (Persero) mengaku telah menuntaskan restrukturisasi hutangnya dengan seluruh kreditur. "Penandatanganan restrukturisasi hutang dengan kreditur kelompok terakhir termasuk European Export Credit Agency (ECA) sebesar USD 277 juta dilaksanakan di London Jumat (17/12)," kata VP Corporate Communication Garuda Indonesia, Pujobroto, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tempo, Minggu (19/12).

Penandatanganan dilaksanakan oleh Direktur Keuangan Garuda Indonesia, Elisa Lumbantoruan dan Wakil Kreditur, David Brackenridge dari Lloyds Banking. Acara ini disaksikan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar dan Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Yuri Thamrin.

Menurut Pujobroto, sejak 2005, Garuda berusaha menurunkan jumlah hutangnya secara signifikan, dari USD 868 juta menjadi USD 464 juta pada November 2010. "Penurunan tersebut berhasil dilakukan Garuda melalui pembayaran cicilan, melakukan pembelian kembali hutang (debt buy back), dan proses konversi (equity conversion)," katanya.

Penandatanganan restrukturisasi sebesar USD 277 juta, kata Pujo, merupakan bagian terakhir dari sisa hutang sebesar USD 464 juta, dan direstrukturisasi hingga tahun 2016. Hutang tersebut dipeenam pesawat A 330-300 pada 1996 lalu.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar mengatakan tuntasnya restrukturisasi ini menjadi tonggak penting dalam mempercepat pengembangan Garuda ke depan, khususnya dalam kaitan dengan rencana Garuda melaksanakan IPO dalam waktu dekat ini.

ROSALINA