TEMPO/Subekti
Produksi Minyak Tak Tercapai, Penerimaan Negara Turun
TEMPO Interaktif, Jakarta - Tak tercapainya target produksi minyak sepanjang tahun ini berdampak pada anggaran. "Ada penurunan penerimaan," ujar Kepala Pusat Kebijakan APBN, Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Askolani kepada Tempo, hari ini.
Pemerintah, kata dia, belum bisa menentukan berapa besar penurunan proyeksi penerimaan negara dari sektor minyak bumi sepanjang tahun ini. Pemerintah, kata dia, masih menunggu data realisasi produksi minyak dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Menurut dia penerimaan negara dari komoditas minyak bumi ditentukan oleh dua hal yaitu volume produksi dan asumsi harga minyak yang ditetapkan dalam anggaran. Volume produksi, kata dia, ditentukan oleh kemampuan pemerintah mengekploitasi perut bumi. Sementara harga minyak lebih banyak ditentukan oleh stabilitas komoditas minyak bumi.
Untuk tahun ini, asumsi produksi minyak per hari sebesar 965 ribu barel per hari. Menurut data yang dikeluarkan BPH Migas, produksi minyak nasional sepanjang tahun 2010 ini hanya mencapai angka rata-rata 946.486 barel per hari.
Harga minyak pada APBN 2010 yang diasumsikan sebesar US$ 80 per barel. Kenyataannya, kata dia, hingga pertengahan Desember harga minyak rata-rata di bawah asumsi tersebut. "Harga minyak sepanjang tahun hanya US$ 78," kata dia.
Menurut dia, asumsi volume produksi dan harga minyak menentukan apakah penerimaan negara bisa tercapai atau tidak di akhir tahun anggaran. "Kalau asumsi realistis, target penerimaan bisa tercapai," ungkapnya.
ANTON WILLIAM





