foto

TEMPO/Aditya Herlambang Putra

Usaha Kecil Tumbuh Subur Setiap Tahun

TEMPO Interaktif, Jakarta -Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia tumbuh subur setiap tahun. Ketua Bidang Usaha Kecil Menengah, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Nina Tursinah menyatakan setiap tahun sektor ini tumbuh sekitar 10 persen. "Apindo mencatat pada 2009 ada 52 juta jumlah UKM di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut mampu menyerap 96 juta tenaga kerja. Tahun depan saya optimistis bisa berkembang lagi,” katanya saat konferensi pers evaluasi akhir tahun Apindo, di Permata Kuningan, Jakarta, Senin (20/12). Dari dari jumlah itu, sebanyak 30 persennya dikelola dan dimiliki oleh perempuan. 

Meski demikian, tak mampu mengerek pertumbuhan ekonomi. Sebab sebagian besar sektor UKM tersebut banyak yang sudah beralih fungsi dari pembuat menjadi hanya sebagai penjual barang-barang kerajinan. “Banyak yang dari pengusaha kecil jadi pengusaha mikro, dan yang mikro jadi informal. Ini karena mereka kalah bersaing dengan produk impor yang lagi gencar-gencarnya,” katanya. Kondisi tersebut, membuat persaingan di sektor UKM tidak sehat.

Beberapa jenis UKM yang banyak beralih fungsi itu berasal dari sektor garmen, handycraft, furniture, makanan dan minuman. Sebagian besar terjadi di kota-kota besar Indonesia seperti Jakarta dan sekitarnya, Jawa Barat, Sumatera, dan Kalimantan. Padahal, menurut Nina, dengan para pengusaha UKM tersebut tak lagi memproduksi sendiri produknya maka jumlah tenaga kerja yang bisa terserap menjadi lebih sedikit.

Itu sebabnya dia mendesak pemerintah mendorong pengusaha kecil dan menengah melalui pameran lokal maupun internasional. Tujuannya agar produk UKM dalam negeri bisa mersaing dengan produk asing. Pemerintah juga harus memberikan jaminan kemudahan pelaku sektor UKM dalam mendapatkan kredit lunak. “Sekarang baru bank Mayapada saja yang mau memberikan kredit lunak. Itupun masih berat untuk bisa bersaing dengan produk dari luar,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah menargetkan pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah (IKM) mencapai 7,5 persen tahun depan. Target pertumbuhan tahun depan lebih tinggi dibanding tahun ini yang hanya mencapai 4,8 persen.

ROSALINA