Boediono. ANTARA/Widodo S. Jusuf
Wapres : 20 Tahun Lagi, Warga Asing Cari Kerja di Indonesia
TEMPO Interaktif, Jakarta - Potensi alam dan sumber daya manusia yang luar biasa bisa membuat perekonomian Indonesia tumbuh seperti yang terjadi pada negara India, China, atau Brazil. "Indonesia saya yakin bisa. Kita punya segalanya, tinggal kita mengorganisasi diri lebih baik,"kata Wakil Presiden Boediono dalam acara Penyerahan Penghargaan Pekerja Migran Indonesia di Kantor wakil presiden, Jakarta, Senin (20/12).
Menurut Boediono, upaya ini bisa dilakukan jika masing-masing pihak tidak sibuk sendiri atau berusaha hanya untuk kepentingan kelompoknya saja dan melupakan kepentingan bangsa. Karena hal semacam inilah yang malah menghabiskan energi sosial di masyarakat. Indonesia pun sebenarnya tidak terlalu sulit untuk mendekati prestasi negara-negara yang perkembangan ekonominya sangat bagus beberapa tahun belakangan ini. Dari segi jumlah angka, banyak juga tenaga kerja Indonesia (TKI) yang sukses diluar negeri.
"Kalau itu bisa kita lakukan dalam waktu satu dasawarsa barangkali sudah sangat jelas nanti lapangan kerja di dalam negeri jauh lebih baik dan berkualitas. Sehingga 20 tahun lagi arusnya balik, kita akan menjadi tempat yang sangat menarik bagi warga negara di dekat kita atau agak jauh di Asia untuk mengadu nasib di negara kita,"ujarnya.
Realita banyaknya tenaga kerja Indonesia yang mengadu nasib di rantau, menurut Boediono mau tidak mau harus diterima. Mereka hanya berharap mendapatkan perbaikan kehidupan untuk sekarang ataupun nanti."Saya sangat yakin, seandainya saja di dalam negeri tersedia lapangan kerja, kesempatan mata pencaharian yang sama seperti di luar negeri, saudara-saudara kita akan memilih bekerja di dalam negeri,"kata mantan Gubernur Bank Indonesia ini.
Menteri Tenaga kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar juga optimistis akan terjadi perubahan besar sepertinya yang disebutkan wapres Boediono. Menurutnya saat ini persentase TKI disektor domestik atau yang biasa bekerja sebagai pembantu rumah tangga/buruh cukup menurun. Dalam kurun waktu setahun ini menurun 3 persen. "Itu akan terus kita tekan. Kita dorong TKI yang keluar negeri yang (pekerja) formal, apakah itu teknisi, operator, atau pekerja bangunan, dan lainnya. Itu yang akan kita perbanyak,"ujarnya.
Caranya, menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini, dengan mengucurkan dana dan menerapkan program-program pemberdayaan ekonomi, pelatihan, permodalan kredit usaha rakyat (KUR) di kabupaten-kabupaten basis TKI. "38 kabupaten itu akan kita beri dengan program-program pemberdayaan ekonomi, pelatihan, permodalan kredit usaha rakyat (KUR). Diharapkan dengan potensi ekonomi lokal program tadi, akan kita doronglah,"ujarnya.
Dalam acara ini diserahkan empat penghargaan. Penghargaan Purna TKI Motivator kepada Nuryati (mantan TKI yang menjadi Dosen Untirta &Advokasi pemberdayaan, Banten); penghargaan Purna TKI Wirausaha kepada SitiMaryam (mantan TKI Hongkong asal Trenggalek, Jawa Timur); penghargaan untuk petugas pelayanan kepulangan TKI kepada M. Adip Haetami (Semarang); dan Keluarga TKI dengan Remitansi produktif kepada Jaharuddin (Bima, NTB).
MUNAWWAROH






Web via