foto

Simulasi gempa. ANTARA/Ampelsa

PMI Bentuk Sekolah Siaga Bencana  

TEMPO Interaktif, Semarang  - Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Tengah akan memberi pelatihan sekolah Siaga Bencana di sekolah-sekolah di provinsi ini. Sebagai pilot projek, pelatihan ini akan diberikan di 18 sekolah yang meliputi SD sampai SMA di tiga kabupaten, yakni Tegal, Kudus dan Grobogan. "Program ini hasil kerjasama dengan Palang Merah Jerman," kata Muhammad Nasir, juru bicara PMI Jawa Tengah kepada Tempo, Senin (20/12).


Terkait program tersebut, sejak dua bulan lalu, PMI Jawa Tengah telah menyiapkan fasilitator pelatihan dan materi pelatihan. "Diharapkan awal Januari pelatihan sudah bisa diberikan," kata Nasir. Materi pelatihan terdiri dari pemahaman tentang bencana, potensi bencana, resiko bencana serta meminimalisasi dampak bencana.

Dari pelatihan ini, diharapkan para siswa mampu mengetahui potensi dan resiko bencana alam, serta mamapu memberikan pertolongan kepada korban dan memperkecil dampak. Ke depan, pelatihan serupa diharapkan dilakukan di semua sekolah. "Karena semua daerah di Jawa Tengah berpotensi terjadi bencana, sesuai dengan karakteristik daerah masing-masing," tambah Nasir.

Selain itu, PMI Jawa Tengah juga tengah mempersiapkan pembentukan relawan PMI yang berbasis pada Rukun Tetangga. Dengan adanya relawan PMI di tiap-tiap rukun tetangga, diharapkan resiko bencana dan dampaknya bisa diminimalisasi.

 

Ide pembentukan relawan berbasis rukun tetangga merupakan tindak lanjut dari gagasan  serupa yang digulirkan oleh PMI pusat. Akhir pekan lalu, Ketua Bidang Palang Merah Remaja dan Relawan PMI Pusat H Muhammad Muas, dalam pertemuan PMR se Indonesia di semarang mengatakan, 2011, PMI pusat vokus pada pembentukan relawan di tingkat rukun tetangga.

"Seluruh wilayah Indonesia rawan bencana alam. Tak mungkin hanya mengandalkan pada relawan yang sudah ada," ujar Muas. Saat ini, lanjutnya, jumlah relawan PMI se Indonesia hanya 36.850 orang.

Menurut Nasir, sebenarnya, selama ini Jawa Tengah sudah merekrut relawan hingga tingkat rukun tetnagga. Namun hal tersebut hanya di daerah ring satu rawan bencana melaui program kesiapsiagaan menghadapi bencana berbasis masyarakat (Integrated Community Based Risk Reduction). "Ke depan, relawan tingkat rukun tetangga akan kita bentuk di semua daerah," ujarnya.

 

Saat ini jumlah relawan PMI di Jawa Tengah mencapai mencapai hampir tiga ribu orang yang terdiri dari semua unsur. Baik remaja, ibu penggerak PKK, kepemudaan, kelompok profesi dan sebagainya.

Daerah ring satu bencana di Jawa Tengah antara lain daerah lereng Merapi, Kebumen dan Cilacap yang berpotensi terjadi gempa dan tsunami, Karanganyar, Purworejo dan Temanggung yang berpotensi longsor.

 

SOHIRIN