Topik
Semen Gresik Genjot Produksinya Hingga 20,5 Juta Ton
TEMPO Interaktif, Tuban - PT Semen Gresik Tbk membangun Proyek Peningkatan Kapasitas Pabrik Tuban (P2KPT) untuk menggonjot produksinya mencapai 20,5 juta ton per tahun. Upaya ini dilakukan agar BMUN produsen semen nasional ini mampu melayani permintaan pasar yang terus naik.
Guna menunjang proyek itu, Semen Gresik membangun Coal Mill baru dengan kapasitas 80 ton per jam. Proyek ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan mengantisipasi kesulitan pasokan batubara berkalori tinggi.. Nantinya, fasilitas baru ini mampu menyerap batubara berkalori menengah dan rendah.
Menurut Sekretaris Perusahaan PT Semen Gresik, Sunardi Prionomurti, P2KPT mampu meningkatkan produksi untuk pabrik Tuban 1 dari 7.500 ton per hari menjadi 9.000 ton per hari. Pabrik Tuban 2 dan Tuban 3 menjadi 8.200 ton per hari dari produksi semula sebanyak 7.800 ton per hari.
Investasi di P2KPT, mampu meningkatkan kapasitas produksi menjadi 10,1 juta ton per tahun dari 8,5 juta ton per tahun. Jadi ada tambahan produksi sebanyak 1,6 juta ton per tahun atau jika ditotal produksi kelompok Semen Gresik menjadi 20,5 juta ton per tahun, pada tahun 2010 ini.
Untuk dua proyek itu, perusahaan melakukan investasi sebesar Rp 597,6 miliar atau sebesar US$ 34,9 perton semen. Jumlah ini jauh di bawah investasi untuk membangun pabrik baru yang nilainya sekitar US$ 150 perton semen. “Akan terus kita tingkatkan,” ujar Sunardi dalam acara jumpa pers usai acara peresmian sejumlah proyek PT Semen Gresik di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Tuban, Selasa (21/12) siang.
Direktur Utama PT Semen Gresik Tbk, Dwi Soetjipto mengatakan, Semen Gresik juga telah selesai membangun 13 unit Packing Plant untuk mendukung distribusi semen di seluruh wilayah tanah air. Packing Plant itu antara lainnya dibangun di Dumai dan Sorong.
Packing Plant Dumai berkapasitas 300.000 ton semen kantong dan 450.000 ton semen curah per tahun. Proyek dengan nilai investasi sebesar Rp. 137 miliar ini untuk menjamin pasokan kebutuhan semen di daerah Riau daratan, sebagian Kepulauan Riau dan Sumatera Utara bagian selatan.
Packing Plant Sorong dilakukan untuk mengatasi kelangkaan semen akibat tidak lancarnya distribusi sehingga harga semen melambung. Proyek dengan investasi sebesar Rp 220 miliar ini untuk menjamin pasokan semen di wilayah Papua dan sekitarnya. Kapasitas mesinnya 600.000 ton semen per tahun, dilengkapi dengan silo berkapasitas 10.000 ton dan dermaga milik sendiri sepanjang 150 meter. Proyek ini mulai dikerjakan pada tahun 2011. “Proyek ini, berdampak pada kebutuhan semen di masa mendatang,” tegasnya. Targetnya, bisa menjamin pasukan semen di seluruh daerah,” kata Soetjipto.
SUJATMIKO





