Purwokerto Masuk Nominasi Calon Ibu Kota Negara


TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Banyumas menyatakan Purwokerto masuk nominasi lima besar calon pengganti ibu kota negara. Kota di lereng Gunung Slamet ini dinilai cocok menggantikan Jakarta karena letak gaeografisnya yang strategis. “Diantara beberapa kota, Purwokerto masuk nominasi lima besar,” kata Bupati Banyumas, Mardjoko, Rabu (22/12).


Mardjoko mengatakan, Ia sudah mendapat kabar tersebut dari salah seorang pejabat di Jakarta saat ia menerima penghargaan pembina karang taruna terbaik di Istana Presiden. Informasi tersebut disampaikan oleh anggota tim observasi tentang pemindahan ibu kota negara.

Ia mengatakan, Purwokerto menempati urutan kelima dari 10 nominasi kota yang diusulkan ke presiden. Purwokerto, kata dia, mempunyai letak yang cukup strategis karena berada di tengah Pulau Jawa.

Selain itu, Purwokerto juga memenuhi falsafah kota di Jawa yang membelakangi gunung dan menghadap ke laut di Cilacap. Purwokerto juga dinilai mempunyai persebaran penduduk yang merata.

Mardjoko juga menyebutkan, secara historis Purwokerto merupakan kota yang cukup penting dalam sejarah bangsa. Beberap tokoh besar lahir di kota ini. Kota ini, kata Mardjoko, masuk nominasi bersama kota di luar Pulau Jawa seperti Palangkaraya, Samarinda, Banjarmasin dan Pontianak.

Dosen Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno saat dihubungi terpisah mengaku sudah mendengar wacana pemindahan ibu kota negara ke Purwokerto. Menurutnya, Purwokerto dinilai cocok untuk menjadi ibu kota negara. “Dari sisi transportasi tidak ada masalah. Bisa dibuatkan bandara, pelabuhan, juga dekat di Cilacap,” katanya.

Ia mengatakan, jika ingin memindahkan ibu kota ke Purwokerto, hanya perlu dibangun tarnsportasi publik yang ideal. Menurutnya, dengan kondisi Purwokerto seperti sekarang ini, tidak akan susah untuk membangun angkutan masal yang kini menjadi masalah utama di Jakarta.

Menurutnya, Purwokerto sebaiknya hanya dijadikan kota pemerintahan seperti di Belanda dan Amerika Serikat. Sedangkan Jakarta dijadikan sebagai kota pusat bisnis. “Udara juga cukup sejuk serta kota di sekitar Purwokerto bisa menjadi pendukung,” imbuhnya.

Wacana pemindahan ibu kota negara ke Purwokerto sudah pernah dilontarkan Staf Khusus Presiden Bidang Otonomi Daerah, Velix Wanggai beberapa waktu lalu di Jakarta. Menurutnya, sarana infrastruktur di Purwokerto sudah cukup bagus. Selain itu, Baturraden bisa dijadikan kantor presiden karena udaranya yang nyaman.

Dukungan untuk menjadikan Purwokerto sebagai ibu kota negara juga muncul di situs jejaring sosial, facebook. Mereka menamakan akun dukungannya dengan nama Dukung Kota Purwokerto menjadi Calon Ibu Kota Negara Pengganti Jakarta.

Salah satu penanggung jawab akun tersebut, Sugeng Riyadi, mengatakan, Purwokerto pernah menjadi tempat berkumpulnya tokoh nasional semasa perang kemerdekaan. Selain itu, Purwokerto juga memiliki luas wilayah dan tata ruang yang memadai.

ARIS ANDRIANTO

Komentar (4)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Boleh Juga Itu.... Dekat Dari Kota Aku...
0
0
pUrwokErto eMang paNtas jDi iBukota negara tPi kalo nasib'y d kemudian hari akan saMa sePerti jKarta yg biSing n banjir seRta ada hal2 negatif seperti jKrta lbh baeK jnGn.... kasian
0
0
Purwokerto memang pantas Jadi Ibu Kota karena dulunya Purwokerto adalah tempat berdirinya kerajaan-kerajaan
0
0
Purwokerto memang Pantas jadi Ibu Kota,Sebab banyak Tokoh-Tokoh yang lahir di Purwokerto dan Purwokerto letaknya strategis
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X