Pengrajin sedang mengerjakan kain tenun songket di stand UKM Binaan Bank BNI saat Gelar karya Pemberdayaan Masyarakat di JCC. TEMPO/Dinul Mubarok
Topik
Presiden Minta Perempuan Aktif Berdayakan UKM
TEMPO Interaktif, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta kaum perempuan aktif berbisnis mikro, kecil, dan menengah. Dampak positifnya, kata dia, bisa mengurangi jumlah buruh migran di luar negeri.
"Makin ke depan, perempuan yang bekerja di sektor informal di luar negeri bisa kita susutkan karena bisa bekerja di negeri sendiri," ucapnya dalam acara peringatan Hari Ibu di Taman Mini Indonesia Indah, Rabu (22/12).
Ia menguraikan, perempuan bisa terjun dalam usaha kecil dan menengah di banyak bidang. Misalnya, kerajinan tangan, perhiasan, batik, tenun, warung, restoran, dan memberi pelatihan kepada perempuan lain.
Dengan modal dari Kredit Usaha Rakyat, bakal lebih banyak lapangan kerja yang terbuka. Pinjaman Rp 10 juta hingga Rp 30 juta, katanya, bisa membuka lowongan baru untuk dua hingga lima orang. Kalau masyarakat seluruh Indonesia melaksanakannya, bisa ada pekerjaan buat jutaan orang. Pengangguran pun berkurang, daya beli masyarakat naik, dan kemiskinan turun.
Ujungnya, jumlah buruh migran ikut berkurang. "Mereka dapat hidup lebih layak di negeri sendiri," tuturnya.
Yudhoyono meminta perempuan juga aktif melestarikan lingkungan, dan mendidik anak-anak agar melakukannya pula. "Saya harap naluri ibu itu menanam dan memelihara, bukan menebang dan merusak," ucapnya.
BUNGA MANGGIASIH





