Surakarta Minta Tambahan Kuota 2500 Elpiji

TEMPO Interaktif, Surakarta - Tahun depan, Pemerintah Kota Surakarta mengajukan permintaan penambahan elpiji subsidi sebanyak 2.500 tabung tiap harinya, dari saat ini 14 ribu tabung per hari. Penambahan tersebut terkait dengan penunjukan Surakarta sebagai salah satu daerah percontohan pelaksanaan distribusi tertutup.

Distribusi tertutup elpiji ukuran 3 kilogram menuntut kepastian harga dan stok barang. “Sehingga kami mengajukan penambahan kuota untuk mengamankan stok di lapangan,” kata Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Sekretariat Daerah Surakarta Asih Widodo kepada Tempo, Minggu (26/12).

Menurutnya, penambahan kuota akan menjamin barang selalu tersedia di agen atau pangkalan. Sehingga meminimalisir ketiadaan barang saat masyarakat membutuhkan. Selain itu, adanya stok elpiji akan menjaga harga eceran tertinggi, yaitu Rp 12.750.

Kesulitan masyarakat mendapatkan elpiji 3 kilogram diyakini akan membuat harga cenderung naik. “Padahal pelaksanaan distribusi tertutup disertai dengan kepastian harga dan barang,” tambahnya. Permintaan penambahan tersebut sudah disampaikan ke Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jateng.

Terkait jumlah, Asih mengatakan tidak harus 2.500 tabung. Tapi bisa kurang, sesuai kebutuhan di lapangan. “Nanti masih kami rapatkan lagi,,” ucapnya.

Ketua Tim Pengawas Rayonisasi Elpiji 3 kilogram Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Surakarta Budi Prasetyo mengaku heran dengan rencana penambahan pasokan elpiji itu.

Sebab kondisi saat ini, keberadaan elpiji 3 kilogram di masyarakat sudah mencukupi. “Bahkan cenderung berlebih,” katanya. Misalkan ada kekurangan pasokan, pihaknya biasanya mengajukan penambahan fakultatif kepada Pertamina pada saat-saat tertentu. “Misalnya saat libur Natal dan Tahun Baru,” terangnya.

Dia khawatir pasokan yang berlebihan justru dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk dijual ke luar daerah. Karenanya, dia minta pengawasan peredaran elpiji subsidi diperketat. “Jangan sampai disalahgunakan,” harapnya.

 

UKKY PRIMARTANTYO