Keluarga Korban Tsunami Berdoa di Kuburan Massal

TEMPO Interaktif, Banda Aceh - Ratusan keluarga korban tsunami Aceh berkumpul di kuburan massal korban tsunami untuk mendoakan keluarganya yang meninggal akibat tsunami enam tahun lalu, Minggu (26/12). Kuburan massal yang ramai dikunjungi adalah di Ulee Lheu dan Lambaro, Aceh Besar. 

Sejak pagi, masyarakat sudah mulai berdatangan ke kuburan massal, secara bergantian. Di Ulee Lheu, mereka duduk dalam kompleks kuburan massal, lalu kemudian membacakan surah Yasin. Beberapa orang tampak menangis haru. 

Hasnah, 38 tahun, warga asal Punge, Banda Aceh, mengatakan dirinya sejak pagi sudah mempersiapkan diri untuk ziarah makam di Ulee Lheu. "Keluarga saya tiga orang meninggal dalam musibah tsunami," ujarnya. 

Dia mengaku, tidak mengetahui persis di mana makam keluarganya berada. Tetapi karena area lokasi kuburan massal Ulee Lheu yang paling dekat dengan wilayah kampungnya, dia berziarah ke sana. "Di manapun keluarga saya berada, saya niatkan doa saya untuk mereka," kata Hasnah. 

Acara puncak peringatan tsunami dipusatkan di Kompleks Pelabuhan Ulee Lheu. Di sana warga juga berdoa bersama dan mendengarkan ceramah dari Menteri Komunikasi dan Informasi, Tifatul Sembiring. Gubernur dan wakil gubernur Aceh serta pejabat lainnya ikut mendampingi. 

Di Lampulo, Banda Aceh, warga sekitar juga doa bersama untuk korban tsunami. Doa dipusatkan di monumen kapal yang merupakan salah satu peninggalan tsunami. Di monumen tersebut, sebuah kapal masih berada di atas atap rumah warga. "Kami tidak melakukan aktivitas apa pun pagi ini, selain mendoakan korban tsunami. Nelayan juga tidak melaut," ujar Muslim, warga Lampulo. 

Aceh adalah wilayah terparah akibat tsunami enam tahun lalu. Sekitar 200 ribu korban meninggal dalam bencana besar tersebut.

ADI WARSIDI