foto

Boediono. ANTARA/Widodo S. Jusuf

Boediono Wanti-wanti Proyek Panas Bumi Penuhi Tenggat

TEMPO Interaktif, Jakarta -  Wakil Presiden Boediono mengingatkan bawahannya untuk merampungkan proyek panas bumi sesuai tenggat. "Diingatkan supaya diselesaikan karena deadline-nya tahun ini," kata  Juru Bicara Wakil Presiden Yopie Hidayat seusai Rapat soal Geothermal di Istana Wakil Presiden, Senin (27/12).

Dalam proyek itu, menurut Yopie, Perusahaan Listrik Negara ditugaskan membeli listrik panas bumi. Tenggat pembelian adalah tahun ini. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Z Saleh pada rapat tersebut menjelaskan rancangan Peraturan Presiden terkait proyek itu telah rampung dan kini ada di Sekretaris Kabinet.

Peraturan itu diharapkan bisa mengejar target 3.900 Megawatt hingga 2014 dari 10 ribu Megawatt tahap II. Hingga saat ini banyak hambatan dalam prosedur pembelian listrik geothermal ke PLN dan hambatan wilayah kerja.

Adapun turunan Peraturan Presiden itu, yakni Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang merinci pembelian listrik geothermal, tenggatnya ialah pekan kedua Januari 2011. "Kalau ini semua keluar lancar dan cepat, maka proyek listrik 10 ribu Megawatt tahap II bisa lancar, (karena) yang menjadi tulang punggungnya adalah listrik geothermal," kata  Yopie.

Mulai tahun depan, diharapkan negara telah memiliki payung hukum yang lebih baik untuk pembelian listrik panas bumi.

Rapat hari ini dihadiri pula oleh Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Menteri Badan Usaha Milik Negara Mustafa Abubakar, Kepala Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan Kuntoro Mangkusubroto, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

BUNGA MANGGIASIH