Kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu, Sulawesi Tengah. ANTARA/Basri Marzuki
Topik
Penyerang Kantor dan Anggota AJI Palu Menyerahkan Diri
TEMPO Interaktif, Palu - Satu dari puluhan penyerang kantor dan anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu dari Front Pemuda Kaili (FPK) Jumat ini (31/12) menyerahkan diri ke Markas Polda Sulawesi Tengah.
Belum diketahui identitas pelaku, namun penyerahan diri tersebut menjadi jalan masuk penyelidikan kasus kekerasan ini.
Kapolda Sulawesi Tengah Komisaris Besar Dewa Parsana membenarkan kalau seorang pelaku kekerasan terhadap kantor dan anggota AJI Palu tersebut telah menyerahkan diri.
"Betul ada satu yang menyerahkan diri. Dia yang meminjam mobil rental yang pakai dalam penyerangan tersebut," kata Kapolda Sulawesi Tengah di hadapan puluhan wartawan di kantornya.
Dia mengatakan penyerahan diri tersebut akan lebih memudahkan polisi mengusut tuntas kasus tercela ini. Dia juga meminta wartawan memberi kesaksian dan data-data perihal kasus penyerangan tersebut.
Dia juga telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan DPRD Provinsi untuk mengungkap kasus ini. "Kasus ini kita tangani secara profesional, tapi kita hati-hati agar tak berkembang ke arah sentiment etnis atau sara," ujarnya.
Sebelumnya puluhan wartawan dan LSM di Kota Palu yang tergabung dalam Koalisi Anti Kekerasan meminta Kapolda untuk menangkap para pelaku kekerasan tersebut. Mereka meminta dalam satu kali 24 jam polisi dapat menangkap pelaku.
Anggota Koalisi, Riski, mengatakan tindakan kekerasan terhadap wartawan di Palu itu bukan baru pertama kali terjadi, sehingga dia meminta agar kasus itu tidak boleh dibiarkan dan harus dilawan oleh seluruh wartawan di seluruh dunia.
"Yang namanya kekerasan itu wajib dilawan dan polisi segera mengusut tuntas kasus itu, jangan sampai tidak," kata Riski, yang juga wartawan LKBN Antara Palu.
DARLIS





