foto

Warga memadati pantai Ancol, Jakarta, pada libur tahun baru 2011 (1/1). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

Pengunjung Ragunan dan Ancol Cetak Rekor Baru  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Taman Margasatwa Ragunan (TMR) mencapai rekor baru. Tempat itu diserbu ratusan ribu pengunjung selama libur Tahun Baru, Sabtu lalu. "Sejak Jumat, memang sudah meningkat. Tapi puncaknya tepat saat Tahun Baru, total 167 ribu pengunjung. Kalau hari ini (Minggu), hanya ada 58 ribu pengunjung," kata juru bicara TMR, Wahyudi Bambang Prihantoro, kemarin.


Jumlah pengunjung pada hari libur nasional kemarin mencapai rekor jumlah pengunjung tertinggi, melewati angka rekor 136 ribu pengunjung pada Tahun Baru 2010. "Seperti halnya saat libur Lebaran, ramai sekali," kata Wahyudi.

Sementara itu di kawasan Ancol Taman Impian, Jakarta Utara, selama tiga hari terakhir dikunjungi lebih dari 500 ribu orang. "Puncaknya pada pergantian tahun, realisasi pengunjung yang tercatat mencapai 286 ribu orang, melebihi target 280 ribu orang," kata Manajer Komunikasi Perusahaan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Ni Ketut Sofia Cakti kemarin.

Pada liburan hari pertama tahun 2011, pengunjung masih membeludak. Selain Pengunjung yang menginap di Ancol sejak 31 Desember, masih ada 187 ribu pengunjung baru yang masuk ke taman hiburan terbesar di Indonesia itu. "Melampaui target 185 ribu," kata Sofia.

Sementara itu, ihwal banyaknya laporan anak hilang karena terpisah dari keluarganya, Bambang menyatakan, pihaknya telah melakukan antisipasi. "Ada satu pusat informasi khusus, tapi petugas kami juga dapat membantu mempertemukan kembali anak-anak tersebut dengan keluarganya," ujarnya.

Petugas tambahan juga telah disiapkan. "Ada sekitar 300 orang petugas tambahan di luar 450 tenaga inti yang kami miliki," kata Bambang. Jumlah tersebut ditambah dengan 250 petugas keamanan gabungan dari petugas intern dan kepolisian.

Namun imbas dari lonjakan pengunjung juga menyebabkan Taman Ragunan juga kebanjiran sampah. "Banyaknya pengunjung berkorelasi langsung dengan volume sampah yang dihasilkan," katanya. "Setiap orang seperti membawa sampahnya masing-masih," ujarnya.

Diakuinya, kesadaran masyarakat untuk membuang sampah di tempatnya masih rendah. "Padahal kami sudah menyediakan tempat sampah hampir di setiap 50 meter," ujarnya.

Peningkatan sampah yang dihasilkan saat puncak masa liburan bisa mencapai empat kali lipat dibanding volume sampah pada hari biasa yang menurut Bambang bisa dimuat dalam tiga truk. "Kemarin sampah yang diangkut lebih dari sepuluh truk," ujarnya.

Menurut Bambang, pengelola taman margawatwa akan menyediakan area pengolahan sampah di dalam kompleks. "Tapi jauh dari pusat keramaian pengunjung, ada di bagian selatan," ujarnya.

Dalam area tersebut, sampah yang dikumpul dari pengunjung akan dipilah dan diolah. "Yang organik kami jadikan kompos, sementara non-organik kami daur ulang," kata Bambang. Sebenarnya Taman Margasatwa Ragunan juga memiliki alat pembakar sampah, namun kali ini penggunaannya akan diminimalkan. "Karena akan menimbulkan polusi," ujarnya
PINGIT ARIA | PUTI NOVIYANDA | ARYANI KRISTANTI