Guru "Indonesia Mengajar" Ditempatkan di Pulau Terluar

Guru

Anies Baswedan. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO Interaktif, Yogyakarta - Guru untuk daerah terpencil melalui program “Indonesia Mengajar” akan ditambah menjadi 200 orang, dari sebelumnya 51 orang. Pemberangkatan para guru daerah terpencil ini akan berlangsung mulai bulan Juni mendatang. Mereka akan ditempatkan di pulau-pulau terluar Indonesia, yang berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga seperti Australia, India, dan Filipina.

“Sekarang wilayah itu sedang dalam assessment kami,” kata pendiri Gerakan Indonesia Mengajar, Anies Baswedan dalam Roadshow "Setahun Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi" di Universi Center Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Selasa 11 Januari 2011.

Anies hadir di UGM untuk menjaring mahasiswa lulusan UGM untuk mendaftar menjadi tenaga pengajar di daerah terpencil. Tahun ini, dari 51 peserta yang diberangkatkan pada November lalu, ada tujuh alumni Universitas Gadjah Mada yang berhasil lolos menjadi guru.

Mereka diseleksi dari 1.383 orang dan ditempatkan di lima daerah yakni Bengkalis (Riau), kabupaten Tulang Bawang Barat (Lampung), kabupaten Paser (Kalimantan Timur), kabupaten Majene (Sulawesi Barat) dan kabupaten Halmahera Selatan (Maluku Utara). Selain pulau-pulau terluar, Anies mengatakan, Indonesia Mengajar tahun ini juga akan menjangkau Papua dan Aceh.

Kedatangan guru di daerah terpencil ini untuk mengisi kekurangan guru SD berkualitas di daerah terpencil. Anies mencontohkan, kekurangan guru di sekolah di kota mencapai 21persen, sekolah di desa 37 persen, di daerah terpencil 66 persen, serta sekolah di seluruh Indonesia hingga 34 persen.

Selain masalah kuantitas, kualitas guru juga masih dipertanyakan. Anies bahkan menyebut sekitar 78 guru di Indonesia tidak berkompeten untuk mengajar di tingkat sekolah dasar (SD). Karena itulah, tujuan utama Indonesia Mengajar ini untuk mendorong kemajuan pendidikan di Indonesia tak hanya berhenti di level seminar dan diskusi saja, tetapi melalui program konkret dengan mengirimkan sarjana terbaik Indonesia menjadi guru di pelosok daerah. “Ini waktunya bergerak, kami hadir disana membantu guru di daerah,” katanya.

BERNADA RURIT

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X