foto

Pengrajin rotan. TEMPO/Prima Mulia

Akses Pembiayaan UMKM Rendah

TEMPO Interaktif, Jakarta -Bank Indonesia menilai akses pembiayaan ke unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih rendah. Padahal UMKM adalah pelaku usaha terbesar di Indonesia dengan porsi 99,9 persen pelaku usaha nasional.

Peniliti Senior  Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia Agusman mengatakan sekitar 50 juta UMKM belum terhubung ke perbankan."Sekitar 60-70 persen UMKM belum memiliki akses ke pembiayaan," ujarnya di Jakarta, Rabu (12/1).

Tercatat 79,5 persen dari industri keuangan berada dalam bentuk perbankan. Kondisi ini, kata Agusman, menjadi pekerjaan rumah bagi industri perbankan. Jika dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia, akses pembiayaan Indonesia tergolong yang terendah. Indonesia hanya sedikit lebih baik dari India namun tertinggal dari Srilanka.

Perbankan nasional sendiri berada dalam kondisi sehat. Bahkan Agusman melihat kualitas perbankan nasional jauh lebih baik dibandingkan perbankan di kawasan maju seperti di Amerika Serikat dan Uni Eropa yang tengah dilanda krisis.

Aset perbankan nasional tercatat sebanyak Rp 2.856 triliun dengan jumlah kredit sebesar Rp 1.700 triliun. Tingkat nonperforming loan (NPL) berada dalam tingkat yang terjaga yaitu 3,1 persen dengan profitabilitas baik sebesar 2,8 persen. Risiko likuiditas dalam bentuk loan to deposit ratio (LDR) juga berkualitas, berada pada level 77,1 persen.

BI mengharapkan perbankan nasional bisa meningkatkan penetrasinya kepada dunia usaha nasional. "Pasarnya masih besar," kata Agusman. Hal ini terbaca dari baru 40 persen masyarakat yang memiliki akses ke perbankan.

ANTON WILLIAM