foto

Mutilasi (ilustrasi)

Bocah Dua Tahun Dimutilasi

TEMPO Interaktif, Sampang - Kepolisian Resor Sampang, Jawa Timur, masih belum menetapkan tersangka dalam kasus mutilasi yang menimpa Dafan, 2 tahun,  warga Desa Pangarengan Dejeh, Kecamatan Pangarengan.

"Kami baru periksa tiga saksi dan belum ada tersangka," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Sampang Ajun Komisaris Supriyono, Jumat (14/1) malam.

Ketiga saksi yang diperiksa masing- masing kakak korban Abdul Fatah, nenek korban Subaidah dan paman korban Hoiri. Selain memeriksa ketiga saksi, polisi juga telah mengamankan Jamal, 23 tahun, yang juga masih kerabat korban mutilasi. Jamal yang menderita sakit kejiwaan ini diduga merupakan pelaku mutilasi terhadap Dafan. Sebab, tubuh korban yang dipotong menjadi tiga bagian kemudian dibungkus dalam karung bekas itu ditemukan warga di pekarangan rumah Jamal. "Kami masih kembangkan penyelidikan, sebelum menetapkan tersangka" ujar Supriyono.

Kasus mutilasi ini membuat heboh warga Kabupaten Sampang. Warga silih berganti berdatangan ke tempat kejadian perkara untuk melihat lokasi mutilasi. Potongan tubuh Dafan yang dibungkus karung pertama kali ditemukan paman korban Hoiri.

Hoiri kemudian memberitahukan penemuan mayat itu ke Juhairiyah ibu korban. Perempuan berusia 35 tahun ini membenarkan bahwa potongan tubuh itu adalah anaknya. Melihat anaknya tewas dengan kondisi tidak wajar Juhairiyah menangis histeris. Tangisan tersebut mengundang datang para tetangga ke lokasi kejadian. "Leher dan dua bagian lain tubuh Dafan terpotong," kata Muhammad, warga Desa pangarangan Dejeh.

Menurut Muhammad, di lokasi kejadian terlihat banyak bercak darah pada sebuah balok kayu. Diduga kayu tersebut dijadikan alas oleh pelaku untuk memotong-motong tubuh korban. "Orang tua Dafa masih terlihat syok, ibunya Juhairiyah berulang kali pingsan," ujarnya.

Potongan tubuh Dafan lanats dibawa polisi ke Rumah Sakit Daerah Sampang untuk diotopsi.

MUSTHOFA BISRI