foto

Petugas Unit Transfusi Darah di kantor PMI Surabaya. (TEMPO/Fully Syafi)

PMI Bangun Pabrik Kantong dan Vaksin Darah  

TEMPO Interaktif, Malang - Palang Merah Indonesia (PMI) menargetkan memiliki pabrik kantong darah pada akhir tahun ini. Pembangunan pabrik yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat itu ditaksir menghabiskan Rp 60 miliar.

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla mengatakan biaya pembangunan bersumber dari kocek PMI sendiri, ditambah patungan dengan sejumlah pengusaha nasional. “Teknologinya kita datangkan dari luar negeri karena kita belum memilikinya. Kita pun bekerjasama dengan dua lembaga mitra,” kata Kalla seusai menandatangani nota kerja sama dengan Novartis Diagnostic (HK) Limited dan Medquest di Hotel Santika, Kota Malang, hari ini. Kerjasama dengan kedua lembaga difokuskan dalam upaya meningkatkan standar keamanan dan kualitas darah.

Kalla melanjutkan pabrik itu didesain mampu memproduksi 7 juta kantong darah per tahun. Sehingga diharapkan ketergantungan Indonesia pada impor kantong darah berkurang dan nantinya mampu memenuhi kebutuhan sendiri.

Selain membangun pabrik kantong darah, PMI pun berencana membangun pabrik vaksin darah. Pabrik ditargetkan selesai akhir tahun ini pula. Pembangunan pabrik untuk menghilangkan ketergantungan Indonesia pada vaksin darah dari luar negeri. Namun, Kalla merahasiakan nilai investasi dan lokasi pembangunan pabrik.

“Pembangunan kedua pabrik itu menjadi prioritas kami tahun ini,” kata mantan Wakil Presiden 2004-2009 itu.

ABDI PURNOMO