indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Kalla: Penanganan Bencana Jangan Hanya Tergantung Pusat

Kalla: Penanganan Bencana Jangan Hanya Tergantung Pusat

Jusuf Kalla (tengah). TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO Interaktif, MAGELANG - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, M. Jususf Kalla, mengatakan bahwa penanganan bencana menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi pemerintah daerah jangan selalu tergantung pada pemerintah pusat.

"Pemerintah itu ada pusat dan daerah. Untuk penanganan bencana lahar dingin seperti ini cukup kabupaten dan kecamatan, tidak harus pusat terus menerus. Nanti daerah bagaimana kalau selalu melimpahkan ke pusat," kata Wakil Presiden periode 2004-2010 di Magelang, Ahad, 16 Januari 2011.

Sama seperti PMI, katanya, hal itu juga menjadi tugas PMI Cabang Kabupaten Magelang.
Ia mengatakan hal tersebut usai meninjau lokasi bencana lahar dingin Merapi di Desa Sirahan, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Ikut mendampingi dalam kunjungan tersebut antara lain Ketua PMI Jawa Tengah, Sasongko Tedjo dan Kepala Kesatuan Bangsa, Politik, dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Magelang, Eko Triyono.

Kalla mengatakan, sejak awal pemerintah telah memperingatkan untuk daerah rawan bencana lahar dingin untuk selalu waspada dan menyiapkan tempat-tempat evakuasi bagi para koban.

PMI pusat bekerja sama dengan PMI Daerah Jawa Tengah dan PMI Cabang Kabupaten Magelang selalu siap menerjunkan para relawan di daerah bencana.

Namun, katanya, namanya bencana alam tidak tidak ada yang bisa mencegahnya. "Yang bisa dilakukan adalah berhati-hati dan mengantisipasi agar tidak menimbulkan korban," katanya.

Ia mengatakan, untuk mengantisipasi bencana lahar dingin perlu mempersiapkan sistem komunikasi yang baik antara daerah atas (hulu) dengan daerah bawah (hilir).

Menyinggung putusnya sejumlah jembatan akibat diterjang banjir lahar dingin, dia mengatakan, pemerintah harus segera memperbaiki jembatan tersebut dan dalam waktu dekat harus dibangun jembatan darurat seperti jembatan bailey. Selain itu, katanya, harus ada jalur alternatif untuk menggantikan jalur utama.

Sasongko Tedjo selaku pengurus PMI Jawa Tengah mengatakan, untuk penanganan korban bencana lahar dingin Merapi setiap hari diterjunkan 50 relawan PMI khusus untuk membantu kegiatan di dapur umum. "Relawan tersebut digilir dari PMI cabang se Jawa Tengah," katanya.

WDA | ANT

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X